
FAO: Sistem pangan berbasis pertanian pekerjakan 1,23 miliar orang secara global

Sejumlah tanaman tomat tampak tumbuh subur di bawah panel surya di Universitas Pertanian dan Sumber Daya Alam Botswana di Gaborone, Botswana, pada 15 Maret 2023. Universitas Pertanian dan Sumber Daya Alam Botswana (BUAN) meluncurkan proyek Agrivoltaik, yang pertama dari jenisnya di negara Afrika bagian selatan, di Gaborone, ibu kota Botswana, pada Rabu (15/3). Agrivoltaik merupakan konsep yang menggabungkan produksi pangan, baik berupa tanaman maupun ternak, dengan pembangkit listrik fotovoltaik...
Sistem pangan berbasis pertanian (agrifood) secara langsung mempekerjakan 1,23 miliar pekerja secara global, dan hampir separuh dari populasi dunia tinggal di rumah tangga yang berkaitan dengan produksi pangan.
Roma, Italia (Xinhua) – Sistem pangan berbasis pertanian (agrifood) secara langsung mempekerjakan 1,23 miliar pekerja secara global, dan hampir separuh dari populasi dunia tinggal di rumah tangga yang berkaitan dengan produksi pangan, kata Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam studi yang dipublikasikan pada Senin (3/4).Lembaga yang berbasis di Roma itu mengatakan studi tersebut merupakan "perkiraan global sistematis dan terdokumentasi pertama dari jenisnya." Berdasarkan berbagai sumber yang dikumpulkan dan disusun oleh FAO, para peneliti berfokus pada seluruh sistem agrifood alih-alih hanya pada sektor pertanian langsung, yang mencerminkan "semakin pentingnya kegiatan di luar perkebunan (off-farm) dalam penyediaan makanan bagi penduduk dunia."Menurut FAO, diperkirakan bahwa 1,23 miliar orang bekerja di sistem agrifood dunia pada 2019, dengan 857 juta di antaranya terlibat dalam produksi pertanian langsung dan sisanya di segmen luar perkebunan dalam sistem agrifood.Asia memiliki jumlah tertinggi dalam total populasi yang bekerja dalam sistem agrifood, yakni sebanyak 793 juta orang, disusul oleh Afrika dengan hampir 290 juta orang, katanya.Diperkirakan bahwa 3,83 miliar orang tinggal di rumah tangga yang berkaitan dengan pekerjaan dalam sistem agrifood pada 2019, terhitung hampir separuh dari populasi dunia, yang saat itu diperkirakan mencapai 7,7 miliar jiwa.Ben Davis dari FAO, penulis utama laporan tersebut, mengatakan data semacam ini sangat penting untuk menghadapi masalah kelaparan global secara memadai."Kebijakan dan agenda praktis di tingkat nasional dan global harus dan sedang mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi sistem agrifood secara terpadu," katanya dalam sebuah pernyataan."Untuk mengimbanginya, data harus bergerak melampaui gagasan berbasis silo, seperti perekrutan pekerja pertanian, dan mencakup proses produksi pangan secara keseluruhan yang meliputi pemrosesan dan pengiriman ke konsumen, segala sesuatu yang berkontribusi terhadap apa yang kita makan," kata Davis.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China punya 18 dari 59 miliarder berdikari di bawah 40 tahun di dunia
Indonesia
•
09 Apr 2023

Meksiko larang penjualan rokok elektrik karena dampak kesehatan
Indonesia
•
12 Jun 2022

Badai dahsyat landa California di AS, hampir seluruh populasi berstatus siaga banjir
Indonesia
•
21 Feb 2024

Peneliti Australia kaji dampak larangan media sosial pertama di dunia untuk remaja
Indonesia
•
14 Oct 2025


Berita Terbaru

Kapal yang angkut 37 migran tanpa dokumen tenggelam di perairan Malaysia
Indonesia
•
13 May 2026

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026
