
WHO: 160 anak tewas setiap hari di Gaza

Seorang anak Palestina terlihat di tempat penampungan sementara di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 27 Oktober 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Jumlah korban tewas anak-anak di Jalur Gaza karena serangan biadab Israel mencapai rata-rata 160 jiwa setiap hari.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Lebih dari 11.000 orang, atau sekitar 0,5 persen dari total populasi di Jalur Gaza, dilaporkan tewas di wilayah tersebut, dengan rata-rata 160 anak meninggal setiap hari di sana, demikian disampaikan oleh seorang pejabat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (7/11).Sejauh ini, 16 tenaga kesehatan tewas saat bertugas, dan WHO sedang berupaya untuk mendukung para tenaga kesehatan di Gaza dan kembali memohon untuk keselamatan mereka, kata Juru Bicara WHO Christian Lindmeier dalam sebuah konferensi pers.
Sejumlah orang melakukan upaya penyelamatan di antara bangunan tempat tinggal yang hancur akibat serangan Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 7 November 2023. (Xinhua/Yasser Qudih)
Orang-orang melarikan diri menyusul serangan Israel di sebuah kamp pengungsi di Jalur Gaza tengah pada 6 November 2023. (Xinhua/Yasser Qudih)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Survei ungkap 80 persen lebih responden khawatir tentang potensi dampak penurunan tingkat kelahiran di Jepang
Indonesia
•
12 Jun 2024

PBB serukan bangun konsensus tentang cetak biru keanekaragaman hayati
Indonesia
•
16 Dec 2022

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

UNAIDS laporkan 630.000 kematian terkait AIDS pada 2023
Indonesia
•
28 Nov 2024


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
