
Jumlah mahasiswa pendidikan tinggi naik 2 kali lipat dalam 20 tahun, ketimpangan tetap ada

Orang-orang mengunjungi ajang Global Universities Fair di Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 25 April 2026. (Xinhua/Liang Sen)
Perempuan masih kurang terwakili pada tingkat doktoral dan hanya memegang sekitar seperempat posisi kepemimpinan di dunia akademis.
Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah mahasiswa yang terdaftar dalam lembaga pendidikan tinggi di seluruh dunia meningkat lebih dari dua kali lipat selama dua dekade terakhir, namun ketimpangan besar dalam aspek geografis dan gender masih tetap ada, demikian menurut Laporan Tren Pendidikan Tinggi Global (Higher Education Global Trends Report) pertama UNESCO yang dipublikasikan pada Selasa (12/5).
Laporan tersebut, yang didasarkan pada data baru dari 146 negara, menunjukkan bahwa jumlah pendaftaran pendidikan tinggi global meningkat dari sekitar 100 juta pada 2000 menjadi 269 juta pada 2024.
Kendati demikian, pertumbuhan ini menyembunyikan ketimpangan regional yang tajam. Di Eropa Barat dan Amerika Utara, 80 persen anak muda terdaftar dalam pendidikan tinggi, sedangkan di Afrika sub-Sahara hanya 9 persen. Sementara itu, hanya 3 persen mahasiswa di seluruh dunia yang menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.
Perempuan juga masih kurang terwakili pada tingkat doktoral dan hanya memegang sekitar seperempat posisi kepemimpinan di dunia akademis, ungkap laporan tersebut.
Ketiadaan dokumen yang lengkap dan terverifikasi untuk membuktikan kualifikasi juga menjadi hambatan utama bagi para pengungsi dalam mengakses pendidikan tinggi, terutama di negara-negara Global South, tambah laporan itu.
Guna mengatasi masalah ini, UNESCO menerapkan Paspor Kualifikasi (Qualifications Passport), sebuah alat yang dirancang untuk membantu mengakui kualifikasi akademik, profesional, dan vokasional para pengungsi dan orang-orang yang terpaksa mengungsi, papar laporan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

ICRC peringatkan meningkatnya kebutuhan kemanusiaan di zona-zona konflik
Indonesia
•
30 Nov 2022

Hampir 20.000 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di Gaza dan Tepi Barat
Indonesia
•
20 Dec 2023

Xi Jinping sampaikan instruksi penting tentang kampanye kesehatan patriotik
Indonesia
•
27 Dec 2022

Selama ribuan tahun Mauritania jadi ‘target’ penuntut ilmu Islam
Indonesia
•
05 Aug 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
