
Nepal berencana batasi jumlah pendaki di tengah masalah sampah pegunungan

Deretan pegunungan terlihat dari Lembah Kathmandu saat matahari terbenam pada peringatan Hari Gunung Internasional di Lalitpur, Nepal, pada 11 Desember 2022. (Xinhua/Hari Maharjan)
Jumlah pendaki gunung akan dibatasi di Nepal, dengan mempertimbangkan daya tampung gunung, periode cuaca bersahabat yang singkat bagi pendakian, serta potensi kemacetan.
Kathmandu, Nepal (Xinhua/Indonesia Window) – Nepal kemungkinan akan membatasi jumlah pendaki gunung dan mengatur jadwal pelaksanaan ekspedisi, dengan mempertimbangkan daya tampung gunung, periode cuaca bersahabat yang singkat bagi pendakian, serta potensi kemacetan.Dalam Rencana Aksi Menjaga Kebersihan Gunung untuk periode lima tahun (2025-2029) yang diumumkan pada Selasa (16/12), Kementerian Kebudayaan, Pariwisata, dan Penerbangan Sipil Nepal memperkenalkan serangkaian kebijakan untuk mengatasi masalah sampah yang semakin meningkat di pegunungan, termasuk membatasi jumlah pendaki.Pemerintah akan menyiapkan ketentuan hukum dan kebijakan untuk menetapkan serta mengatur jumlah pendaki dan jadwal pelaksanaan ekspedisi, menurut rencana aksi tersebut.Mahkamah Agung Nepal tahun lalu meminta pemerintah untuk menerbitkan izin hanya jika jumlah pendaki telah ditentukan. Arahan ini dikeluarkan di tengah terjadinya kemacetan di jalur puncak dan penumpukan sampah. Bagi tim-tim yang ditugaskan untuk membuka rute menuju puncak (pemasangan tali/rute), akan ditetapkan syarat bahwa semua material yang digunakan untuk pekerjaan ini wajib dibawa pulang setelah musim pendakian berakhir.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Nepal bersiap pindahkan 'base camp' Everest karena gletser mulai meleleh
Indonesia
•
17 Jun 2022

Lelaki Turki dapat lengan baru melalui operasi pencangkokan
Indonesia
•
27 Nov 2019

Mantan presiden AS Biden didiagnosis kanker prostat jenis agresif
Indonesia
•
19 May 2025

UNICEF: 2,45 juta anak Suriah putus sekolah saat sistem pendidikan masih berjuang pulih
Indonesia
•
08 Oct 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
