
AS catat rekor jumlah pengaduan terkait diskriminasi dari sekolah

Para siswa sekolah menengah atas berjalan di sebuah kampus di Plano, Texas, Amerika Serikat, pada 31 Agustus 2022. (Xinhua/Xin Jin)
Jumlah pengaduan terkait diskriminasi dari sekolah-sekolah di Amerika Serikat tercatat hampir 19.000 selama tahun fiskal terbaru yang berjalan mulai 1 Oktober 2021 hingga 30 September 2022, lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya dan memecahkan rekor 16.000 pengajuan yang dilaporkan pada tahun fiskal 2016.
New York City, AS (Xinhua) – Kantor Hak Sipil Departemen Pendidikan Amerika Serikat (AS) mencatat rekor hampir 19.000 pengaduan diskriminasi selama tahun fiskal terbaru yang berjalan mulai 1 Oktober 2021 hingga 30 September 2022.Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya dan memecahkan rekor 16.000 pengajuan yang dilaporkan pada tahun fiskal 2016, demikian dilansir surat kabar New York Times pada Ahad (1/1). "Indikator terbaru tentang bagaimana perselisihan sosial dan politik mengguncang negara itu tercermin di sekolah-sekolah di seluruh penjuru negeri," menurut surat kabar itu. Disebutkan pula bahwa lonjakan itu berbanding terbalik dengan penurunan pengaduan yang diajukan ke kantor tersebut di bawah pemerintahan Trump.Para pejabat mengatakan bahwa jumlah pengaduan terkait diskriminasi, yang sebagian besar menuding adanya diskriminasi berdasarkan disabilitas, ras, atau jenis kelamin, mencerminkan keluhan yang menumpuk selama krisis kesehatan masyarakat terburuk dalam seabad dan iklim hak-hak sipil yang paling memecah belah dalam puluhan tahun, menurut laporan itu."Keluhan-keluhan itu dicatat di saat sekolah-sekolah berjuang untuk pulih pascapenutupan yang berkaitan dengan pandemi, ditambah menurunnya nilai ujian dan meningkatnya tantangan kesehatan mental yang menunjukkan kerentanan di sebagian besar sistem pendidikan AS," sebut laporan itu."Hal itu mencerminkan kepercayaan terhadap Kantor Hak Sipil sebagai tempat untuk mengupayakan perbaikan keadaan... Pada saat yang sama, cakupan dan volume bahaya yang harus dihadapi oleh anak-anak kita sangat besar," sebut laporan itu mengutip pernyataan Catherine Lhamon, asisten sekretaris untuk hak-hak sipil.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COP15 dibuka di Zimbabwe, serukan upaya global untuk pelestarian lahan basah
Indonesia
•
27 Jul 2025

WHO: Jumlah penderita kanker naik 60 persen dalam dua dekade
Indonesia
•
04 Feb 2020

Sedikitnya 10 orang tewas dalam serangan bom ganda di Somalia tengah
Indonesia
•
04 Jan 2023

Laporan ungkap kaum muda Australia paling berisiko terdampak bahaya judi
Indonesia
•
01 Nov 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
