
PBB: Warga Palestina kembali bergerak ke Gaza utara setelah gencatan senjata

Warga Palestina menyusuri jalan untuk kembali ke Gaza City, dekat Jalur Gaza tengah, pada 10 Oktober 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Warga Palestina yang mengungsi kembali bergerak ke utara, beberapa menit setelah gencatan senjata Gaza diberlakukan.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam beberapa menit setelah gencatan senjata Gaza diberlakukan, warga Palestina yang mengungsi kembali bergerak ke utara, seperti disampaikan para aktivis kemanusiaan PBB pada Jumat (10/10).Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan bahwa tank-tank Israel telah memblokade Jalan Al Rashid di sepanjang pesisir setelah orang-orang berusaha untuk bergerak ke utara, menyusul kabar gencatan senjata yang akan diberlakukan."Beberapa orang yang telah berhasil mencapai Gaza City melaporkan bahwa mereka tiba dan mendapati rumah mereka telah rusak parah," kata OCHA.Kantor tersebut mengatakan bahwa badan dunia itu dan para mitra-mitra kemanusiaannya siap untuk segera meningkatkan respons kemanusiaan."Setelah dua tahun perang, rehabilitasi infrastruktur di Gaza sangat dibutuhkan untuk memungkinkan pemulihan," kata OCHA, mengimbau semua pemimpin yang mendukung gencatan senjata untuk membantu mengamankan kondisi agar dapat melaksanakan operasi kemanusiaan tanpa hambatan.Kantor tersebut mengatakan bahwa semua pihak yang terlibat konflik harus memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan yang cepat dan tanpa hambatan bagi warga sipil yang membutuhkan. "Bantuan harus mengalir dalam skala besar agar PBB dan mitra-mitranya dapat menjangkau semua orang yang membutuhkan dan meringankan penderitaan masyarakat," kata OCHA.Stephane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan bahwa diskusi sedang berlangsung dengan pihak berwenang Israel untuk mendapatkan kejelasan tentang apa yang dapat dibawa oleh PBB dan para mitranya ke Gaza, seberapa banyak, dan melalui jalur mana."Apa yang telah berubah secara dramatis dari kemarin hingga hari ini (Kamis (9/10) hingga Jumat) adalah kenyataan bahwa tembakan tampaknya telah dihentikan," ujar Dujarric, seraya menambahkan bahwa saat ini lebih aman bagi para pekerja kemanusiaan untuk beroperasi."Kami sedang berupaya membenahi sistem," ujarnya. "Kami mencoba untuk mendorong. Kami mencoba untuk mendapatkan semua bantuan yang ada di dalam saluran dan siap untuk masuk, untuk disalurkan."Para aktivis kemanusiaan PBB pada 3 Oktober mengatakan bahwa sekitar 170.000 metrik ton bantuan dan pasokan sedang dalam proses pengiriman.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Menjelajahi kekayaan budaya dunia Arab pada Hari Museum Internasional
Indonesia
•
19 May 2026

Gelombang panas di Eropa semakin dramatis dengan rekor suhu tinggi dalam sejarah
Indonesia
•
05 Jan 2023

Karhutla di California Selatan tewaskan dua orang dan paksa evakuasi puluhan ribu warga
Indonesia
•
10 Jan 2025

CEO Tehran Times sebut penting untuk dapatkan gambaran nyata tentang Iran dan China via media
Indonesia
•
06 Dec 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
