Feature – Bertahun-tahun mengungsi, para pengungsi Palestina di Yordania tetap rindukan tanah air

Foto yang diabadikan pada 19 Juni 2024 ini menunjukkan sebuah jalan di kamp pengungsi Baqaa di Balqa, Yordania. (Xinhua/Mohammad Abu Ghosh)
Jumlah pengungsi Palestina di Yordania saat ini lebih dari 2 juta jiwa, membuat mereka masih harus bergulat dengan berbagai tantangan, seperti pendapatan yang tidak memadai dan kelangkaan peluang kerja.
Amman, Yordania (Xinhua) – Bahkan setelah lebih dari tujuh dekade mengungsi, Gaith Mousa sesekali masih mengenang kampung halamannya, sebuah desa kecil bernama Annaba di Palestina.Pada 1948, Mousa dan keluarganya meninggalkan Palestina untuk menghindari konflik. Pada akhirnya, mereka sampai di Yordania lalu hidup berpindah-pindah di beberapa kamp pengungsi.Setelah bertahun-tahun bekerja keras di bidang konstruksi, pria yang kini berusia 85 tahun itu akhirnya berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk membawa keluarganya keluar dari kamp Baqaa, perhentian terakhir dalam kehidupannya di kamp pengungsian, dan membangun rumah untuk keluarganya.Meski kehidupan terus berjalan, Mousa dan keluarganya tidak pernah lupa bahwa mereka adalah orang Palestina. Kepada Xinhua, dia mengaku telah lama ingin pulang ke tanah airnya, "bahkan untuk satu menit saja, untuk mati di sana dan dimakamkan di negara saya sendiri."
Khaled Arar, seorang pengacara Palestina, bekerja di kantornya di kamp pengungsi Baqaa di Balqa, Yordania, pada 19 Juni 2024. (Xinhua/Mohammad Abu Ghosh)
Saleh Banat membuat tongkat di rumahnya di kamp pengungsi Baqaa di Balqa, Yordania, pada 19 Juni 2024. (Xinhua/Mohammad Abu Ghosh)
Seorang anak pengungsi Palestina menatap keluar dari rumahnya di kamp pengungsi Baqaa di Balqa, Yordania, pada 19 Juni 2024. (Xinhua/Mohammad Abu Ghosh)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Ribuan orang tinggalkan lokasi festival Burning Man di Nevada AS yang berlumpur pasca hujan lebat
Indonesia
•
07 Sep 2023

CDC: Beberapa virus pernapasan beredar bersamaan dengan virus influenza di AS
Indonesia
•
13 Dec 2022

Guterres sebut pengiriman bantuan yang efektif ke Gaza butuh gencatan senjata segera
Indonesia
•
27 Mar 2024

COVID-19 – Kasus kematian mungkin 3 kali lebih tinggi dari yang tercatat
Indonesia
•
19 Mar 2022
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026
