
Laporan OHCHR sebut 70 persen korban tewas di Gaza adalah perempuan dan anak-anak

Seorang pria membawa jenazah korban tewas di sebuah bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di kamp Nuseirat, Jalur Gaza tengah, pada 7 November 2024. (Xinhua/Marwan Dawood)
Pengadilan Internasional telah berulang kali menekankan kewajiban internasional Israel untuk mencegah dan menghukum aksi genosida.
Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights/OHCHR) pada Jumat (8/11) melaporkan bahwa sekitar 70 persen dari korban tewas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 adalah perempuan dan anak-anak.Menyoroti krisis kemanusiaan parah yang terjadi di Gaza dan daerah lainnya, laporan OHCHR mengonfirmasi bahwa hingga 2 September 2024, pihaknya telah memverifikasi identitas 8.119 warga Palestina yang tewas di Gaza. Dari jumlah tersebut, 2.036 adalah perempuan dan 3.588 adalah anak-anak, yang secara keseluruhan mencakup sekitar 70 persen dari total korban jiwa.Laporan itu mengecam penargetan brutal terhadap warga sipil di Gaza dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, seraya menekankan bahwa banyak dari tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.Laporan itu menekankan bahwa jika tindakan-tindakan tersebut merupakan bagian dari serangan skala besar atau sistematis terhadap warga sipil yang berkaitan dengan kebijakan negara atau organisasi, maka tindakan-tindakan itu dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Lebih lanjut, laporan tersebut memperingatkan bahwa jika tujuan dari tindakan-tindakan ini adalah untuk menghancurkan sebagian atau seluruh kelompok bangsa, etnis, ras, atau agama, maka tindakan-tindakan tersebut dapat dianggap sebagai genosida.
Orang-orang melakukan pencarian di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di kamp Nuseirat, Jalur Gaza tengah, pada 7 November 2024. Sedikitnya 22 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di berbagai wilayah di Jalur Gaza pada Kamis (7/11), kata sejumlah sumber dari Palestina. (Xinhua/Marwan Dawood)
Warga yang dipaksa mengungsi dari Beit Lahia terlihat di Gaza City pada 5 November 2024. Sedikitnya 25 warga Palestina tewas akibat pengeboman Israel terhadap sebuah rumah di Kota Beit Lahia di Jalur Gaza utara, lapor kantor berita resmi Palestina, WAFA, pada Selasa (5/11). (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

WHO: Gizi buruk di Gaza makin mengkhawatirkan
Indonesia
•
29 Jul 2025

Italia dan Yunani desak Israel pastikan keamanan peserta konvoi kapal bantuan Gaza
Indonesia
•
02 Oct 2025

Kisah – Pernah tinggal di Indonesia, keluarga Tionghoa suguhkan paduan rasa unik dalam jamuan Imlek
Indonesia
•
08 Feb 2024

WHO sebut hampir 42.000 orang di Gaza alami cedera yang mengubah hidup
Indonesia
•
05 Oct 2025


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
