
Laporan sebut jumlah lansia tunawisma di New York City melonjak di tengah krisis hunian terjangkau

Seorang tunawisma terlihat di New York, Amerika Serikat, pada 23 Desember 2023. (Xinhua/Michael Nagle)
Jumlah warga lanjut usia di sistem penampungan utama di New York City meningkat lebih dari dua kali lipat dari 2014 hingga 2022, naik dengan laju hampir tiga kali lipat dari kenaikan jumlah warga dewasa lajang yang berusia lebih muda yang ada di tempat-tempat penampungan.
New York City, AS (Xinhua) – Jumlah warga dewasa lajang berusia 65 tahun ke atas di sistem penampungan utama di New York City meningkat lebih dari dua kali lipat dari 2014 hingga 2022, naik dengan laju hampir tiga kali lipat dari kenaikan jumlah warga dewasa lajang yang berusia lebih muda yang ada di tempat-tempat penampungan, demikian menurut sebuah laporan dari organisasi nirlaba setempat baru-baru ini.Selama tahun fiskal yang berakhir Juni 2022, terdapat sekitar 1.700 warga berusia di atas 65 tahun yang ditampung di tempat-tempat penampungan warga dewasa lajang, yang menampung banyak warga tunawisma lanjut usia (lansia) New York. Angka tersebut meningkat dari sekitar 700 orang delapan tahun sebelumnya. Jumlah penghuni yang berusia di atas 65 tahun di tempat-tempat penampungan tersebut naik menjadi 8 persen dari 5 persen, kata The New York Times, mengutip laporan dari organisasi nirlaba LiveOn NY.Sekitar 315.000 warga lansia New York tercatat di dalam daftar tunggu untuk mendapatkan apartemen dengan harga terjangkau di gedung-gedung yang dibangun pemerintah federal khusus bagi warga berusia 62 tahun ke atas. Angka tersebut meningkat dari sekitar 230.000 orang pada 2016, ungkap LiveOn NY. Umumnya, warga lansia yang telah terdaftar harus menunggu selama enam tahun. Banyak gedung hunian lain bahkan memiliki masa tunggu lebih lama.Departemen Layanan Sosial New York City pada Kamis (27/6) mengatakan bahwa selama periode 10 bulan yang berakhir pada April 2024, hampir 650 warga dewasa lajang berusia di atas 65 tahun pindah dari tempat-tempat penampungan ke hunian permanen bersubsidi. Angka ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun fiskal mana pun sejak 2019, menurut pemerintah kota tersebut.Makin banyak warga lansia New York yang kehilangan pekerjaan, menderita penyakit yang tidak diasuransikan, atau kehilangan properti karena menjadi tunawisma, kata LiveOn NY. Organisasi itu mempelajari data dari departemen-departemen tunawisma dan perumahan New York City, serta melakukan survei terhadap manajer-manajer properti untuk menyusun laporan ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Puluhan orang ditembak di beberapa kota di AS selama libur akhir pekan
Indonesia
•
06 Sep 2022

Feature – ‘Gajah-gajah pengembara’ China sambut anggota baru
Indonesia
•
14 Aug 2024

Kasus penembakan fatal oleh polisi meningkat di AS, banyak yang tak dilaporkan
Indonesia
•
07 Dec 2022

Kampanye vaksinasi polio di Gaza dimulai di tengah konflik
Indonesia
•
02 Sep 2024


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
