
Kamboja: RCEP berkontribusi bagi pemulihan ekonomi inklusif dan berkelanjutan

Sebuah truk keluar dari Pelabuhan Darat Hong Leng Huor di pinggiran barat Phnom Penh, Kamboja, pada 13 Januari 2022. (Xinhua/Phearum)
"Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional ASEAN bersifat komprehensif, antara lain meliputi perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, kerja sama ekonomi dan teknis, penyelesaian sengketa, e-commerce, persaingan, dan kekayaan intelektual."
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua) – Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) telah berkontribusi bagi pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan pascapandemi COVID-19, kata Perdana Menteri (PM) Kamboja Samdech Techo Hun Sen di Phnom Penh pada Senin (12/9).Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) harus "memanfaatkan sepenuhnya perjanjian-perjanjian perdagangan bebas, khususnya perjanjian RCEP, yang merupakan perjanjian perdagangan bebas terbesar dalam sejarah global," ungkapnya dalam sebuah pidato pada upacara pembukaan Forum Kemitraan dan Kepemimpinan ASEAN (ASEAN Leadership and Partnership Forum) 2022.Hun Sen, yang juga menjabat sebagai ketua ASEAN tahun 2022, mengatakan bahwa ASEAN harus terus mempromosikan integrasi ekonomi dan mengubah blok itu sebuah menjadi pusat perdagangan dan investasi yang menarik serta dinamis dengan mengurangi hambatan pajak dan nonpajak.Dia juga secara resmi mengumumkan pembukaan Klub Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Club)."Klub tersebut akan memainkan sebuah peran penting dalam mempromosikan integrasi ekonomi ASEAN yang lebih kohesif melalui kontribusi dalam memantau, mengevaluasi, dan memberi saran ... terhadap implementasi kesepakatan yang telah dicapai oleh para pemimpin ASEAN, khususnya mengenai perjanjian perdagangan bebas, perjanjian RCEP, dan perjanjian lain yang berkaitan dengan pilar ekonomi," katanya.Juru Bicara sekaligus Wakil Sekretaris Negeri Kementerian Perdagangan Kamboja Penn Sovicheat mengatakan bahwa RCEP telah sangat memfasilitasi arus perdagangan dan investasi lintas perbatasan, serta menciptakan sebuah pasar yang besar."RCEP bersifat komprehensif, antara lain meliputi perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, kerja sama ekonomi dan teknis, penyelesaian sengketa, e-commerce, persaingan, dan kekayaan intelektual," ujarnya kepada Xinhua. "Pakta perdagangan ini telah mempromosikan multilateralisme dan perdagangan bebas serta semua negara yang berpartisipasi akan mendapat manfaat dari RCEP dalam jangka panjang."Kin Phea, Direktur Jenderal Institut Hubungan Internasional di Akademi Kerajaan Kamboja, mengatakan bahwa RCEP merupakan kerja sama perdagangan multilateral dan strukturnya benar-benar dimaksudkan untuk menguntungkan semua negara yang berpartisipasi.Phea mengatakan RCEP "penting untuk menumbangkan unilateralisme yang menjalar karena menarik semua perjanjian perdagangan bebas bilateral ke dalam satu lingkup ekonomi, di bawah satu aturan perdagangan yang menyeluruh."
Sebuah truk crane mengangkat kontainer di Pelabuhan Darat Hong leng Huor di pinggiran barat Phnom Penh, Kamboja, pada 13 Januari 2022. (Xinhua/Phaerum)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bosch bukukan pertumbuhan penjualan dan perkirakan pemulihan di China
Indonesia
•
04 Feb 2023

Afsel jajaki metode baru untuk tingkatkan sistem pembayaran
Indonesia
•
05 Oct 2024

UMKM kuliner lengkapi pengalaman berkunjung ke pameran otomotif GIIAS 2025
Indonesia
•
02 Aug 2025

Perusahaan di Bursa Efek Beijing galang dana 16 miliar yuan lebih pada 2022
Indonesia
•
27 Jan 2023


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
