Kasus pembunuhan turun namun kekerasan meningkat di kota-kota besar AS

Seorang petugas polisi berjaga di lokasi kecelakaan di dekat Perris, California, Amerika Serikat, pada 12 Agustus 2022. (Xinhua/Zeng Hui)
Kasus pembunuhan dan pemerkosaan di daerah perkotaan Amerika Serikat dilaporkan turun jika dibandingkan dengan periode waktu yang sama pada tahun lalu, tetapi persentase kasus kejahatan kekerasan secara umum naik sebesar 4,4 persen.
New York City, AS (Xinhua) – Meski kasus pembunuhan dan pemerkosaan di daerah perkotaan Amerika Serikat (AS) turun jika dibandingkan dengan periode waktu yang sama pada tahun lalu, kasus kejahatan kekerasan secara umum mengalami peningkatan sebesar 4,4 persen, dan tingkat kasus kejahatan kekerasan masih jauh lebih tinggi daripada periode sebelum pandemik, demikian dilaporkan harian USA Today pada Ahad (11/9), mengutip survei yang dilakukan oleh Major Cities Chiefs Association (MCCA).Survei terhadap 70 badan penegak hukum yang merespons membandingkan data kejahatan dari paruh pertama 2021 dengan periode yang sama pada 2022, periode ketika krisis COVID-19 telah mereda, mengurangi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan tindak kejahatan kekerasan secara nasional pada 2020 untuk kali pertama dalam empat tahun, menurut laporan itu.Terdapat peningkatan signifikan dalam kasus perampokan (13 persen) dan penyerangan berat (2,6 persen), yang menyumbangkan persentase terbesar terhadap total kasus kejahatan kekerasan, yakni hampir 237.000, di kota-kota besar pada 1 Januari hingga 30 Juni 2022.Total kasus selama paruh pertama 2019, sebelum pandemik mulai merebak, tercatat sedikit di atas angka 193.000. Dari jumlah tersebut, 3.004 di antaranya merupakan kasus pembunuhan."Jika dibandingkan dengan data pada pertengahan 2019, kota-kota anggota MCCA telah mengalami peningkatan 50 persen untuk kasus pembunuhan dan peningkatan sekitar 36 persen untuk kasus penyerangan berat," kata asosiasi itu dalam pernyataannya. "Angka-angka yang mengejutkan ini menunjukkan bagaimana peningkatan berkelanjutan dalam kejahatan kekerasan membawa dampak terhadap daerah-daerah perkotaan besar secara tidak proporsional."Survei MCCA menyajikan informasi yang berguna tentang tren kejahatan di pusat-pusat populasi terbesar di negara tersebut, dan data itu akan dikutip oleh para politisi yang ingin memenangkan suara dengan prinsip "keras terhadap kejahatan," atau untuk menggambarkan lawan mereka sebagai sosok lemah di area tersebut, imbuh laporan itu.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Pejabat Uganda sebut negaranya buat kemajuan dalam perang lawan Ebola
Indonesia
•
05 Dec 2022

Palang Merah China beri bantuan 300.000 dolar AS bagi korban banjir Pakistan
Indonesia
•
01 Sep 2022

Museum Istana di China jadi area bebas sampah
Indonesia
•
14 Dec 2023

PM Palestina kutuk perang genosida Israel di Gaza pada pertemuan PBB
Indonesia
•
25 Sep 2024
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026
