
AS kesulitan tangani lonjakan kasus penyakit pernapasan dan kelangkaan obat

Persediaan obat batuk pilek dan flu terlihat menipis di sebuah toko di New York, Amerika Serikat (AS), pada 7 Desember 2022. (Xinhua/Michael Nagle)
Kasus penyakit virus pernapasan termasuk COVID-19, flu, dan RSV (respiratory syncytial virus) terus bertambah di Amerika Serikat (AS), menyebabkan rumah sakit kewalahan dan kekurangan staf untuk menangani lonjakan pasien.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Amerika Serikat (AS) terus mencatatkan kenaikan kasus penyakit virus pernapasan termasuk COVID-19, flu, dan RSV (respiratory syncytial virus), yang menyebabkan rumah sakit kewalahan dan kekurangan staf untuk menangani lonjakan pasien.Pemerintahan Joe Biden pada Kamis (15/12) mengumumkan sebuah rencana untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus COVID-19 pada musim dingin, mengimbau warga untuk menggunakan semua sarana yang diperlukan dan tersedia guna mengendalikan penyebaran virus itu, termasuk menjalani vaksinasi dan penyuntikan dosis penguat (booster) COVID-19, memanfaatkan tes dan pengobatan, serta mengenakan masker saat diperlukan.Sebagai bagian dari upaya baru AS, pemerintahan Joe Biden memulai kembali program pengujian COVID-19 gratis di rumah, yang mengizinkan setiap rumah tangga di negara tersebut untuk memesan empat alat pengujian secara gratis pada musim dingin tahun ini."Ini bukanlah satu penyakit yang terisolasi," kata koordinator respons COVID-19 Gedung Putih Ashish Jha, merujuk pada ancaman trio COVID-19, RSV, dan flu."Semua tekanan pada rumah sakit dan tenaga kesehatan disebabkan oleh patogen pernapasan tersebut. Jadi, kami sangat menyadari bahwa peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang kami alami berada dalam konteks salah satu musim penyebaran flu terburuk dalam satu dekade dan RSV yang cukup parah," papar Jha.Penyakit virus pernapasan tersebut sedang menyebar di kalangan anak-anak tahun ini, menyebabkan lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait obat-obatan yang dijual bebas. Obat ibuprofen dan acetaminophen untuk anak-anak, yang dapat meringankan gejala penyakit itu pada anak, mengalami kekurangan pasokan di AS.Sejumlah pakar kesehatan memperingatkan bahwa kelangkaan itu tidak akan berakhir dalam waktu dekat saat kasus flu, COVID-19, RSV, dan batuk pilek terus meningkat menjelang perayaan hari libur.
Sejumlah orang berjalan melewati Ann and Robert H. Lurie Children's Hospital of Chicago di Chicago, Amerika Serikat (AS), pada 12 Desember 2022. (Xinhua/Joel Lerner)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Spanyol cabut wajib masker di transportasi umum
Indonesia
•
27 Jan 2023

Makin banyak Muslim belajar Al-Qur’an, ulama sebut sebagai bangkitnya masa keemasan Islam
Indonesia
•
07 Aug 2025

Sekjen PBB desak dukungan internasional untuk pembangunan kembali Pakistan
Indonesia
•
10 Jan 2023

Korban jiwa di Gaza akibat serangan udara Israel hampir tembus 5.800 orang
Indonesia
•
25 Oct 2023


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
