
IMF: China tetap jadi pendorong pertumbuhan utama kawasan Asia-Pasifik

Foto dari udara yang diabadikan pada 5 Desember 2021 ini memperlihatkan pemandangan matahari terbit dari pelabuhan peti kemas internasional Yangpu di Zona Pengembangan Ekonomi Yangpu di Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua/Pu Xiaoxu)
Asia-Pasifik akan tetap menjadi kawasan yang dinamis meskipun ada berbagai tantangan termasuk melemahnya permintaan eksternal, dan dinamisme tersebut sebagian besar akan didorong oleh pemulihan di China dan pertumbuhan yang kuat di India.
Beijing, China (Xinhua) – Dana Moneter Internasional (IMF) dalam sebuah laporan menyebutkan bahwa China akan terus memberikan kontribusi utama bagi pembangunan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik, dengan negara itu diperkirakan akan mempertahankan pertumbuhan yang stabil dan mengalami pemulihan yang kuat dalam konsumsi swasta.Dalam laporan proyeksi ekonomi regional Asia-Pasifik edisi Mei, IMF mengatakan perekonomian China kemungkinan akan tumbuh 5,2 persen tahun ini, naik 0,8 poin persentase dari perkiraan sebelumnya pada Oktober tahun lalu."Data dari kuartal pertama mengonfirmasi perkiraan kami untuk awal yang dinamis pada 2023, dengan pemulihan konsumsi yang kuat," kata Krishna Srinivasan, direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF, dalam konferensi media yang diadakan oleh IMF dan China Finance 40 Forum.Srinivasan mengatakan peningkatan 1 poin persentase dalam pertumbuhan China biasanya akan mendorong peningkatan rata-rata sekitar 0,3 poin persentase di negara-negara Asia lainnya.Efek limpahan (spillover) ke seluruh Asia dari konsumsi yang lebih tinggi di China diperkirakan akan lebih besar daripada spillover faktor pendorong pertumbuhan lainnya, seperti investasi, menurut Srinivasan.Laporan IMF itu menyebut bahwa Asia-Pasifik akan tetap menjadi kawasan yang dinamis meskipun ada berbagai tantangan termasuk melemahnya permintaan eksternal, dan dinamisme tersebut sebagian besar akan didorong oleh pemulihan di China dan pertumbuhan yang kuat di India.
Orang-orang mengunjungi sebuah pasar di New Delhi, India, pada 26 April 2023. Hingga akhir April, populasi India diperkirakan mencapai 1.425.775.850 jiwa, menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, demikian disampaikan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial (Department of Economic and Social Affairs/DESA) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (24/4) dalam sebuah rilis pers. (Xinhua/Javed Dar)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga minyak jatuh karena ketegangan Rusia diimbangi pengetatan Fed
Indonesia
•
28 Jan 2022

COVID-19 - Hampir 95 persen UMKM alami penurunan penjualan
Indonesia
•
02 Jul 2020

China dan ASEAN rilis pernyataan bersama terkait penyelesaian negosiasi peningkatan FTA
Indonesia
•
11 Oct 2024

Beijing dorong penambahan jumlah kurir di tengah langkah pengendalian COVID-19
Indonesia
•
29 Nov 2022


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
