
Jajak pendapat: 68 persen warga jepang dukung diplomasi yang lebih independen dari AS

Paviliun Jepang terlihat dalam ajang Osaka Expo di Osaka, Jepang, pada 14 April 2025. (Xinhua/Jia Haocheng)
Kebijakan ‘America First’ dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump diyakini telah memengaruhi persepsi terkait reliabilitas AS di Jepang.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar 68 persen responden mengatakan Jepang harus mengambil sikap diplomatik yang lebih independen dari Amerika Serikat (AS), sementara 24 persen responden mendukung sikap yang sejalan dengan tujuan AS, ungkap survei nasional yang dilakukan oleh Asahi Shimbun.Ketika ditanya apakah mereka percaya AS akan secara serius membela Jepang saat diterpa krisis, hanya 15 persen responden menjawab dengan tegas, sementara 77 persen responden menunjukkan sikap skeptis, menurut hasil survei itu.Dalam survei-survei sebelumnya, proporsi responden yang skeptis tercatat berada di kisaran 60 persen, meskipun perbandingan sederhana sulit dilakukan karena perbedaan metode survei, ungkap Asahi Shimbun.Survei tersebut juga menanyakan seberapa besar dunia dapat mengandalkan AS dalam menjaga perdamaian global. Sekitar 43 persen yakin AS dapat diandalkan, sementara 54 persen berpendapat AS tidak bisa diandalkan.Di kalangan responden yang mengatakan AS tidak dapat diandalkan, 90 persen menyatakan keraguan tentang komitmen pertahanan AS terhadap Jepang, dan 80 persen mendukung diplomasi Jepang yang lebih independen.Ketika para responden ditanya apakah demokrasi AS dapat menjadi contoh bagi negara lain, 54 persen responden mengatakan AS tidak dapat menjadi contoh, sedangkan 43 persen menyatakan AS bisa menjadi contoh.Survei tersebut menemukan kebijakan ‘America First’ dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump diyakini telah memengaruhi persepsi terkait reliabilitas AS.Survei tersebut memilih secara acak 3.000 responden di seluruh Jepang dan menerima 1.899 tanggapan yang valid, mencapai tingkat respons 63 persen.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Haji1443 – Skuter elektronik bantu jamaah tunaikan ibadah
Indonesia
•
10 Jul 2022

China siap berkoordinasi dengan Selandia Baru untuk perdamaian dan stabilitas di Kepulauan Pasifik
Indonesia
•
19 Nov 2022

Raja Charles III resmi naik takhta monarki Inggris
Indonesia
•
11 Sep 2022

Alasan risiko keamanan, AS izinkan staf nonesensial kedubes tinggalkan Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
