
Dubes Iran tegaskan negaranya independen, tak memihak blok mana pun

Duta Besar Republik Islam Iran Untuk Indonesia Dr. Mohammad Azad menjawab pertanyaan sejumlah wartawan pada acara peringatan 44 Tahun Kemenangan Revolusi Islam Iran, di Jakarta, Jumat (10/2/2023). (Indonesia Window)
Kebijakan luar negeri Iran adalah memperhatikan negara-negara tetangga, dan selanjutnya, memberi perhatian khusus pada benua Asia, karena abad ke-21 adalah abad Asia yang merupakan pusat kekuatan-kekuatan baru.
Jakarta (Indonesia Window) – Setelah 44 tahun meraih kemenangan dalam revolusi, Republik Islam Iran tetap memiliki slogan “tidak memihak kepada timur atau pun barat” dan juga independen terhadap timur dan barat dunia.Hal tersebut ditegaskan oleh Duta Besar Republik Islam Iran Untuk Indonesia Dr. Mohammad Azad pada acara peringatan 44 Tahun Kemenangan Revolusi Islam Iran, di Jakarta, Jumat malam (10/2).Meskipun memilih independen, Iran “tetap menjaga hubungan yang rasional berdasarkan rasa hormat dan menahan diri untuk tidak mengisolasi diri dari pusat ekonomi, budaya dan peradaban penting dunia, dan berupaya menerapkan kebijakan ini,” ujar Dubes Azad.Lebih lanjut dia menekankan bahwa pemerintahan ketiga belas Republik Islam Iran yang dipimpin oleh Dr. Ebrahim Raisi mengadopsi kebijakan luar negeri “seimbang, aktif dan cerdas” yang didasarkan pada tiga prinsip kebijaksanaan, martabat dan kemanfaatan.“Berdasarkan hal ini, prioritas pertama kebijakan luar negeri pemerintahan ini adalah memperhatikan negara-negara tetangga, dan selanjutnya, memberi perhatian khusus pada benua Asia, karena abad ke-21 adalah abad Asia yang merupakan pusat kekuatan-kekuatan baru.”Namun, kata dubes, “prioritas ini tidak berarti mengabaikan bagian dunia lain, karena perhatian juga ditujukan ke wilayah-wilayah lain dengan memprioritaskan negara-negara dan forum-forum regional serta diplomasi ekonomi aktif.”“Kebijakan yang seimbang untuk hubungan simultan dengan Barat dan Timur dan penggunaan secara cerdas terhadap semua aset kekuatan nasional memiliki arti hadir di dunia dengan rencana dan inisiatif yang berbeda.”“Kami menargetkan ‘keamanan penuh’ serta ‘kooperasi penuh’ dalam perkembangan dan kemakmuran wilayah Teluk Persia (Asia Barat) dan membantu wilayah-wilayah dunia lainnya,” ujar Dubes Azad.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia larang ekspor CPO dan turunannya mulai 28 April
Indonesia
•
27 Apr 2022

Presiden tegaskan energi dan pangan kunci kedaulatan bangsa
Indonesia
•
22 May 2025

Kemenag data ulang majelis taklim melalui aplikasi E-Ormas
Indonesia
•
21 Dec 2025

COVID-19 – Indonesia terima delapan juta bahan baku vaksin Sinovac
Indonesia
•
25 May 2021


Berita Terbaru

Patrialis Akbar ingatkan hakim: Salah memutus perkara, pertanggungjawabannya hingga akhirat
Indonesia
•
12 Aug 2026

Program Magang Nasional 2026 dibuka, pemerintah siapkan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi
Indonesia
•
11 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (2 dari 3 tulisan)
Indonesia
•
08 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (selesai)
Indonesia
•
08 Aug 2026
