
Badan kemanusiaan PBB salurkan bantuan pada hari pertama gencatan senjata di Lebanon

Foto yang diabadikan pada 26 November 2024 ini menunjukkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Bekaa Barat, Lebanon. (Xinhua/Maher Kamar)
Kebutuhan kemanusiaan di Lebanon berada di tingkat yang belum pernah tercatat sebelumnya, dengan konflik antara Israel dan Hizbullah telah menghancurkan kehidupan banyak orang, dengan lebih dari 3.800 orang tewas, 15.800 terluka, dan hampir 900.000 orang terpaksa menjadi pengungsi internal, serta lebih dari setengah juta orang pergi melintasi perbatasan untuk mengungsi.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon merupakan harapan terbesar untuk mengakhiri penderitaan luar biasa dalam krisis kemanusiaan paling dahsyat dalam satu generasi ini, demikian disampaikan koordinator urusan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (27/11)."Badan kemanusiaan akan terus merespons untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan," kata Tom Fletcher, under-secretary-general PBB untuk urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat, di platform media sosial X.Seiring kesepakatan gencatan senjata mulai diberlakukan pada Rabu pagi, badan kemanusiaan PBB dan mitra-mitranya dikerahkan untuk menyalurkan bantuan dan membantu orang-orang yang membutuhkan.Pada hari pertama gencatan senjata, di tengah suhu yang sangat rendah, 11 truk dari Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) mengantarkan pasokan darurat kepada lebih dari 3.000 orang di Baalbek, termasuk selimut, kasur, jaket musim dingin, lembaran plastik, lampu tenaga surya, dan alas tidur.
Foto menunjukkan pemandangan bersalju di pinggiran Baalbek, Lebanon, pada 26 November 2024. (Xinhua/Taher Abu Hamdan)
Foto menunjukkan konvoi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) di Sidon, Lebanon, pada 25 November 2024. (Xinhua/Ali Hashisho)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Penyandang tuna rungu di Gaza sulap besi tua jadi karya seni yang elok
Indonesia
•
05 Aug 2022

Feature – Guru pengungsi dirikan ‘sekolah tenda’ untuk pelajar Palestina di Rafah
Indonesia
•
05 May 2024

Kanada akan naikkan persyaratan biaya hidup bagi mahasiswa internasional
Indonesia
•
09 Dec 2023

Gempa bumi akibatkan 800 lebih korban jiwa dan lukai hampir 3.000 orang di Afghanistan
Indonesia
•
02 Sep 2025


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
