
Singapura berencana lestarikan kediaman Lee Kuan Yew sebagai monumen nasional

Seorang pekerja mengerjakan perbaikan dinding sebagai bagian dari proyek restorasi yang sedang berlangsung di Museum Nasional Singapura di Singapura pada 17 September 2024. Museum Nasional Singapura saat ini sedang menjalani restorasi untuk mengatasi kondisi deteriorasi bangunan yang umum terjadi akibat keausan. (Xinhua/Then Chih Wey)
Kediaman Lee Kuan Yew, perdana menteri pertama Singapura sekaligus pemimpin pendiri yang diakui secara luas, akan menjadi monumen nasional yang kelak dapat menjadi ruang warisan publik.
Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Singapura berencana untuk melestarikan kediaman lama Lee Kuan Yew, perdana menteri pertama negara tersebut sekaligus pemimpin pendiri yang diakui secara luas, sebagai monumen nasional yang kelak dapat menjadi ruang warisan publik.Dalam pernyataan bersama pada Senin (3/11), Dewan Warisan Nasional (National Heritage Board/NHB) Singapura dan Otoritas Tanah Singapura (Singapore Land Authority/SLA) menyatakan lokasi di 38 Oxley Road "menjadi saksi peristiwa penting pada 1950-an yang menandai transisi Singapura dari koloni menjadi negara merdeka."NHB meluncurkan penilaian formal terhadap situs tersebut pada 24 Oktober 2024. Berdasarkan temuannya, NHB merekomendasikan agar situs tersebut dilestarikan. Pelaksana Tugas Menteri Urusan Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura David Neo menerima rekomendasi itu dan berencana menetapkan situs tersebut sebagai Monumen Nasional.Jika Perintah Pelestarian diterbitkan, pemerintah Singapura berencana untuk mengakuisisi situs tersebut "guna melindungi dan melestarikannya sesuai dengan signifikansi historis dan nasionalnya," menurut pernyataan itu. Setelah diakuisisi, situs tersebut akan diubah menjadi ruang publik, dengan salah satu kemungkinannya dijadikan sebagai taman warisan.NHB telah menerbitkan pemberitahuan tertulis kepada pemilik dan penghuni situs, yang akan diberikan "waktu yang wajar untuk mengajukan keberatan."Media lokal melaporkan bahwa properti tersebut dimiliki oleh Lee Hsien Yang, anak bungsu Lee Kuan Yew sekaligus adik dari Menteri Senior Singapura Lee Hsien Loong.Pernyataan itu menambahkan bahwa "pelestarian situs tidak mewajibkan pemerintah untuk melestarikan semua bangunan dan struktur di lokasi tersebut dalam kondisi saat ini." Setelah akses diperoleh, otoritas akan melakukan studi terperinci untuk menentukan langkah selanjutnya."Terlepas dari opsi yang dipilih, pemerintah akan menghormati keinginan Tuan Lee Kuan Yew, dan akan menghapus semua jejak ruang tinggal pribadi Tuan Lee dan keluarganya dari bangunan-bangunan tersebut," kata pernyataan itu.Rumah di Oxley Road merupakan tempat tinggal Lee Kuan Yew dari 1950 hingga wafatnya pada 2015.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Perubahan iklim sebabkan kerugian panen gandum bagi petani Gaza
Indonesia
•
06 Jun 2023

WMO: Kemungkinan El Nino berkembang tahun ini meningkat
Indonesia
•
04 May 2023

Bom tandan terus jadi ancaman bagi warga sipil Lebanon
Indonesia
•
02 Jan 2025

PBB proyeksikan populasi dunia akan capai puncaknya pada abad ini
Indonesia
•
12 Jul 2024


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
