
China lakukan persiapan proaktif untuk hadapi pandemik di masa depan

Orang-orang ambil bagian dalam sebuah acara untuk memperingati Hari AIDS Sedunia di Lusaka, Zambia, pada 1 Desember 2023. Bersama negara-negara di seluruh dunia, Zambia pada Jumat (1/12) turut memperingati Hari AIDS Sedunia tahun ini, dan pemerintah negara tersebut menyerukan keterlibatan masyarakat jika ingin berhasil dalam menanggulangi HIV dan AIDS. (Xinhua/Martin Mbangweta)
Pencegahan dan pengendalian penyakit menular di China telah mencapai hasil yang luar biasa, dengan negara ini berhasil menghapuskan sederet penyakit menular, seperti malaria, meningitis, serta beberapa penyakit menular utama, seperti HIV/AIDS, TBC, hepatitis B, dan schistosomiasis.
Beijing, China (Xinhua) – China akan memanfaatkan pengalaman pencegahan dan pengendalian COVID-19, dan melakukan persiapan proaktif untuk menghadapi pandemik di masa depan seperti "Penyakit X", yang diperingatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berpotensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat global berikutnya, seperti disampaikan seorang pejabat kesehatan setempat pada Sabtu (9/3).Wang Hesheng, Kepala Administrasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional China, mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa China akan dengan tegas mempertahankan pemikiran skenario terburuk, menyempurnakan mekanisme peralihan antara tanggap rutin dan tanggap darurat, meningkatkan pemantauan multisaluran dan sistem peringatan dini, serta mendorong penelitian yang berwawasan ke depan mengenai penyakit menular guna memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi pandemi di masa depan.Menjawab pertanyaan terkait "Penyakit X", Wang mengatakan bahwa epidemi yang belum terjadi yang disebabkan oleh patogen hipotetis yang tidak diketahui ini telah menimbulkan kekhawatiran besar di seluruh dunia karena sifatnya yang mematikan, penyebarannya yang cepat, kemampuan bermutasi, dan ketidakpastian yang sangat besar.Hal ini akan menghadirkan tantangan yang tidak dapat diprediksi dan menimbulkan risiko pandemik yang terus meningkat akibat perubahan iklim, perluasan aktivitas manusia, dan penularan patogen lintas spesies, demikian menurut pejabat tersebut."Meskipun kemunculan patogen 'Penyakit X' sulit untuk dihindari, akan ada cara untuk mengatasi potensi pandemi yang diakibatkannya," ujarnya.China akan secara aktif berpartisipasi dalam tata kelola kesehatan masyarakat global, mempromosikan kerja sama dengan organisasi internasional seperti WHO, dan negara-negara lain, serta berpartisipasi aktif dalam perumusan konvensi bertema pandemi, ungkap Wang.Dia juga menyampaikan bahwa pencegahan dan pengendalian penyakit menular di China telah mencapai hasil yang luar biasa.China telah berhasil menghapuskan sederet penyakit menular, dengan malaria pada 2021 sebagai yang terbaru. Penyakit-penyakit menular yang dapat dicegah, seperti meningitis, telah turun ke level terendah dalam sejarah, papar Wang.Selain itu, beberapa penyakit menular utama, seperti HIV/AIDS, TBC, hepatitis B, dan schistosomiasis, telah berhasil dikendalikan secara efektif.Penularan HIV/AIDS melalui transfusi darah dan produk darah pada dasarnya telah dicegah, dan penularan dari ibu ke anak serta penularan melalui suntikan narkoba telah mencapai level terendah dalam sejarah, ujar Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Flu tomat serang anak-anak di India, UEA keluarkan peringatan kesehatan
Indonesia
•
30 Aug 2022

Idul Fitri 1447H – Warga Afghanistan bersiap sambut Idul Fitri di tengah sanksi dan kemiskinan
Indonesia
•
19 Mar 2026

Investasi 1 dolar per orang per tahun dapat selamatkan 7 juta jiwa di dunia
Indonesia
•
14 Dec 2021

CNN: Anak-anak dan remaja AS lebih berpotensi tewas akibat senjata api
Indonesia
•
07 Apr 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
