
Menlu Sugiono: Isu Taiwan adalah urusan dalam negeri China

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, pada Pertemuan Khusus Menteri Luar Negeri ASEAN mengenai Situasi antara Kamboja dan Thailand di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (22/12/2025). (Kementerian Luar Negeri RI)
Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto pada peringatan 80 tahun kemenangan dalam Perang Perlawanan Rakyat China melawan Agresi Jepang dan Perang Antifasis Dunia di China mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendorong perdamaian, sikap saling menghormati, dan kerja sama internasional.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Indonesia telah secara konsisten menjunjung tinggi prinsip Satu China, mengakui bahwa pemerintah Republik Rakyat China merupakan satu-satunya pemerintah yang sah yang mewakili seluruh China, seperti diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI) Sugiono dalam sebuah wawancara terbaru dengan Xinhua.Dirinya menyatakan bahwa posisi yang telah lama dianut ini tetap tidak berubah dan menjadi fondasi penting dalam hubungan Indonesia-China. Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto pada peringatan 80 tahun kemenangan dalam Perang Perlawanan Rakyat China melawan Agresi Jepang dan Perang Antifasis Dunia di China mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendorong perdamaian, sikap saling menghormati, dan kerja sama internasional, kata Sugiono.Mengenai masalah Taiwan, pemerintah Indonesia mempertahankan sikap yang jelas dan berprinsip, menegaskan bahwa hal tersebut merupakan urusan dalam negeri China, kata Sugiono. Indonesia menekankan bahwa kedaulatan dan integritas teritorial harus dihormati, dan menegaskan kembali komitmennya terhadap tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB, serta semangat Resolusi Majelis Umum PBB 2758, ujarnya.Sugiono mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan terus bekerja sama dengan China dan mitra-mitra lainnya, baik secara bilateral maupun multilateral, untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan kerja sama di kawasan Asia Pasifik dan kawasan lainnya. Indonesia tetap berkomitmen pada kebijakan luar negeri yang independen dan aktif, yang dipandu oleh prinsip-prinsip saling menghormati, noninterferensi, dan hidup berdampingan secara damai, katanya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – ‘Di Bawah Langit Timur’ rayakan kemerdekaan Indonesia dari Pedalaman Papua
Indonesia
•
15 Aug 2026

Pusat Penelitian Kerja Sama Industri China-Indonesia diluncurkan di universitas Fujian
Indonesia
•
15 Sep 2022

Menteri sosial apresiasi langkah kemanusiaan SMSI
Indonesia
•
08 Feb 2021

Trade Expo Indonesia ke-37 pamerkan produk unggulan, targetkan ribuan pembeli asing
Indonesia
•
06 Sep 2022


Berita Terbaru

China-Indonesia perkuat diplomasi parlemen, kerja sama substantif jadi sasaran
Indonesia
•
21 Sep 2026

Pemerintah siapkan produksi E20 dalam dua tahun, tebu jadi sumber etanol
Indonesia
•
20 Sep 2026

ADB setujui 11,51 triliun rupiah untuk indonesia, fokus pada fiskal, digitalisasi, dan layanan publik
Indonesia
•
19 Sep 2026

Kemnaker bekali penyandang disabilitas keterampilan membuat jus sehat
Indonesia
•
18 Sep 2026
