
Media sebut kekerasan senjata bisa turunkan minat mahasiswa internasional belajar di AS

Orang-orang berpartisipasi dalam sebuah aksi unjuk rasa untuk meminta kenaikan syarat usia minimum bagi pembeli AR-15 di Austin, Texas, Amerika Serikat, pada 27 Agustus 2022. (Xinhua/Bo Lee)
Kekerasan bersenjata di Amerika Serikat dapat menghalangi mahasiswa internasional untuk datang ke AS, dengan seperempat mahasiswa yang disurvei mengaku khawatir tentang kemungkinan terjadinya kekerasan senjata di kampus mereka.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Kekerasan bersenjata di Amerika Serikat (AS) dapat menghalangi mahasiswa internasional untuk datang ke AS, demikian dilaporkan The Chronicle of Higher Education, sebuah publikasi berita terkemuka yang didedikasikan untuk meliput perguruan tinggi dan universitas, pada Rabu (22/2).
Seorang pria memegang poster yang mengecam kekerasan senjata dalam sebuah upacara peringatan bagi para korban penembakan massal di Balai Kota Monterey Park, California, Amerika Serikat, pada 23 Januari 2023. (Xinhua/Zeng Hui)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Pondok tahfizh Miftahul Jannah Akbar luluskan 22 penghafal Al Qur’an
Indonesia
•
15 Jul 2024

Museum China pamerkan beras berusia 10.000 tahun
Indonesia
•
22 Nov 2021

Kepala WHO sebut krisis iklim dan polusi perburuk masalah penyakit
Indonesia
•
01 Mar 2024

Italia catat fenomena cuaca ekstrem dengan jumlah tertinggi pada 2023
Indonesia
•
30 Dec 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
