Sekjen PBB khawatir dengan pecahnya kembali pertempuran di Gaza

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara dalam pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan di markas besar PBB di New York pada 29 November 2023. (Xinhua/UN Photo/Eskinder Debebe)
Kekerasan di Tepi Barat yang diduduki semakin meningkat setelah gencatan senjata sejenak, termasuk operasi keamanan Israel yang semakin intensif, jumlah korban jiwa dan penangkapan yang tinggi, lonjakan kekerasan pemukim dan serangan terhadap warga Israel oleh warga Palestina.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres khawatir dengan pecahnya kembali pertempuran antara Israel dan Palestina setelah gencatan senjata sejenak, kata juru bicaranya pada Senin (4/12).Guterres sangat khawatir dengan kembali pecahnya pertempuran antara Israel dan Hamas serta kelompok-kelompok bersenjata Palestina lainnya di Gaza pada akhir pekan lalu, termasuk penembakan roket ke arah Israel dari Gaza serta pembaruan operasi darat dan peningkatan serangan udara oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defence Forces/IDF) di Gaza selatan, ujar Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.Guterres menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kewajiban mereka di bawah hukum kemanusiaan internasional. PBB terus mengimbau pasukan Israel agar menghindari tindakan lebih lanjut yang akan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah sangat buruk di Gaza dan menghindarkan warga sipil dari penderitaan yang lebih parah. Warga sipil, termasuk petugas kesehatan, jurnalis dan personel PBB, serta infrastruktur sipil harus dilindungi setiap saat, kata pernyataan itu."Sekjen PBB menegaskan kembali perlunya aliran bantuan kemanusiaan yang tanpa hambatan dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Jalur Gaza. Bagi orang-orang yang diperintahkan untuk mengungsi, tidak ada tempat yang aman untuk dituju dan hanya sedikit sekali persediaan untuk bertahan hidup," sebut pernyataan.Guterres juga sangat prihatin dengan eskalasi kekerasan di Tepi Barat yang diduduki, termasuk operasi keamanan Israel yang semakin intensif, jumlah korban jiwa dan penangkapan yang tinggi, lonjakan kekerasan pemukim dan serangan terhadap warga Israel oleh warga Palestina, urai pernyataan.Sekjen PBB itu mengulangi seruannya untuk gencatan senjata kemanusiaan yang berkelanjutan di Gaza serta pembebasan yang segera dan tanpa syarat terhadap semua sandera yang tersisa, kata pernyataan itu.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Api membakar gedung parlemen Afrika Selatan di Cape Town
Indonesia
•
02 Jan 2022

COVID-19 – Taiwan bayar denda 2,9 miliar rupiah imbas kasus kematian akibat vaksinasi
Indonesia
•
16 Jun 2022

Biden dan Trump sepakati dua sesi debat calon presiden AS
Indonesia
•
17 May 2024

Korsel akan inspeksi semua pesawat Boeing 737-800 pascakecelakaan Jeju Air 7C 2216
Indonesia
•
31 Dec 2024
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
