
Presiden Afsel sebut negaranya akan tetap berpartisipasi penuh di G20 meski bersitegang dengan Washington

Para pemimpin yang menghadiri sesi pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (Group of 20/G20) ke-20, yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, berpose untuk foto bersama di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 22 November 2025. (Xinhua/Huang Jingwen)
Afsel menyerahkan presidensi G20 kepada AS awal pekan ini dan negaranya menghargai hubungannya dengan Washington serta tetap berkomitmen untuk berdialog.
Johannesburg, Afrika Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Afrika Selatan (Afsel) Cyril Ramaphosa pada Ahad (30/11) mengatakan bahwa negaranya akan tetap berpartisipasi penuh dalam kegiatan Kelompok 20 (G20), meski baru-baru ini bersitegang dengan Amerika Serikat (AS), yang akan menjadi tuan rumah pertemuan G20 tahun depan di Miami, Florida.Ramaphosa menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato nasional setelah Afsel mengetuai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin G20 sepekan lalu, yang tidak dihadiri Washington. Presiden AS Donald Trump awal pekan ini mengatakan Afsel tidak akan diundang ke pertemuan G20 tahun depan di tengah ketegangan hubungan bilateral."Kita harus menegaskan bahwa Afsel merupakan salah satu anggota pendiri G20, dan oleh karena itu Afsel merupakan anggota G20 atas nama dan haknya sendiri. Kita akan terus berpartisipasi sebagai anggota penuh, aktif, dan konstruktif G20," ujar Ramaphosa.Ramaphosa mengatakan ketidakhadiran AS dalam KTT para pemimpin tahun ini berakar pada misinformasi dan "sangat disesalkan". Trump menyebut tuduhan "genosida kulit putih" di Afsel sebagai alasan memboikot KTT tersebut."Ini misinformasi yang terang-terangan tentang negara kita. Lebih disayangkan lagi, alasan yang diberikan AS atas ketidakikutsertaannya didasarkan pada tuduhan yang tidak berdasar dan salah bahwa Afsel melakukan genosida terhadap warga Afrikaner dan merampas tanah dari warga kulit putih," kata Ramaphosa.Ramaphosa menegaskan bahwa Afsel telah menyerahkan presidensi G20 kepada AS awal pekan ini dan negaranya menghargai hubungannya dengan Washington serta tetap berkomitmen untuk berdialog.AS dijadwalkan resmi mengambil alih presidensi G20 pada Senin (1/12).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sudan Selatan dan PBB luncurkan program vaksinasi untuk tanggulangi wabah demam kuning
Indonesia
•
15 Feb 2024

Dewan Keamanan PBB adopsi resolusi terkait serangan Houthi di Laut Merah
Indonesia
•
11 Jan 2024

China desak AS berhenti memfitnah dan menekan perusahaan China
Indonesia
•
29 Mar 2023

Saudi sambut komitmen Biden bantu pertahankan wilayah dari Houthi
Indonesia
•
05 Feb 2021


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
