
PBB: Bakeri-bakeri di Gaza utara terancam tutup akibat kelangkaan tepung dan bahan bakar

Orang-orang mengantre untuk membeli roti di sebuah bakeri di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 18 November 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Kelangkaan tepung dan bahan bakar di Gaza utara membuat bakeri-bakeri yang melayani ratusan ribu warga Palestina yang kelaparan terancam ditutup.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Kelangkaan tepung dan bahan bakar di Gaza utara membuat bakeri-bakeri yang melayani ratusan ribu warga Palestina yang kelaparan terancam ditutup, demikian disampaikan oleh badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (20/11).Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyampaikan peringatan tersebut seiring sebagian wilayah di Gaza utara menghadapi risiko kelaparan yang semakin besar.Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) mengungkapkan bahwa hanya tujuh dari 19 bakeri yang didukung oleh mitra kemanusiaan PBB di Gaza yang masih beroperasi, yakni dua bakeri di Deir al Balah, satu di Khan Younis, dan empat di Gaza City. Sementara itu, tujuh bakeri yang didukung PBB di Rafah dan Kegubernuran Gaza Utara tetap ditutup akibat konflik."Tiga bakeri di Deir al Balah dan Khan Younis yang masih beroperasi didukung oleh mitra-mitra kami," kata OCHA. "Mereka masih beroperasi dengan kapasitas penuh saat ini untuk memenuhi permintaan yang sangat tinggi meskipun hanya memiliki cukup tepung untuk tetap beroperasi hingga akhir pekan."OCHA menambahkan bahwa beberapa bakeri lainnya di daerah yang sama pekan ini terpaksa menghentikan kegiatan operasionalnya akibat kelangkaan tepung."Empat bakeri yang kami sebutkan di Gaza City terpaksa mengurangi kapasitasnya hingga 50 persen sejak Selasa (19/11) karena berkurangnya pasokan bahan bakar," kata OCHA. "Kelangkaan ini disebabkan oleh keterlambatan pengiriman bahan bakar akibat tantangan keselamatan dan keamanan berkelanjutan yang berkaitan dengan akses pasokan yang masuk ke Gaza melalui perlintasan Kerem Shalom."
Orang-orang mengantre untuk membeli roti di sebuah bakeri di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 18 November 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Orang-orang mengantre untuk menerima bantuan pangan di Gaza City pada 4 November 2024. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

3 anak dan 3 orang dewasa tewas dalam penembakan di sekolah dasar AS
Indonesia
•
28 Mar 2023

Feature – Filosofi dan upaya antipenggurunan China sukses jadikan pasir sebagai pembawa keuntungan
Indonesia
•
18 Jun 2024

Kisah: Duo srikandi di KTT G20 Indonesia, cerita 43 tahun pertemanan Sri Mulyani – Retno Marsudi
Indonesia
•
20 Nov 2022

Feature – Menjelajahi tempat bersejarah komunitas Tionghoa Benteng
Indonesia
•
28 Dec 2023


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
