
Kematian akibat lonjakan suhu panas meningkat di Eropa, WHO serukan aksi mendesak

Seorang wisatawan menyejukkan diri di Dubrovnik, Kroasia, pada 12 Juli 2023. (Xinhua/PIXSELL/Grgo Jelavic)
Kematian akibat panas ekstrem "akan meningkat dari tahun ke tahun", dengan laporan 60.000 kematian di Eropa pada 2022 akibat panas ekstrem.
Kopenhagen, Denmark (Xinhua) – Dengan laporan 60.000 kematian di Eropa tahun lalu akibat panas ekstrem, seorang pejabat tinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan "kebutuhan besar dan mendesak" untuk mengatasi krisis iklim.Jumlah kematian akibat panas ekstrem "akan meningkat dari tahun ke tahun," kata Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Kluge pada Selasa (18/7)."Zona bahaya" saat ini meliputi Eropa selatan dan timur, kata Kluge, mendesak masyarakat untuk "secara rutin memeriksa laporan cuaca, mengikuti panduan setempat, dan mencari tahu tentang risiko kesehatan terkait cuaca dari sumber yang dapat dipercaya.""Selain beradaptasi dengan realitas baru kita pada musim panas ini, kita harus melihat tahun-tahun dan dekade mendatang," lanjutnya.
Seorang wisatawan menyegarkan diri menggunakan air dari sebuah air mancur di Piazza del Popolo di Roma, Italia, pada 7 Juli 2023. (Xinhua/Alberto Lingria)
Sejumlah orang menghabiskan waktu mereka dengan bersantai di bawah pohon di Athena, Yunani, pada 12 Juli 2023. Suhu tinggi akan melanda Kota Athena, Yunani tengah, dan Yunani selatan, dengan suhu maksimum mencapai di atas 40 derajat Celsius di sejumlah kota besar. (Xinhua/Panagiotis Moschandreou)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jumlah korban tewas akibat hujan lebat di Sudan bertambah jadi 138 orang
Indonesia
•
28 Aug 2024

Elon Musk dinobatkan 'Person of the Year' majalah Time
Indonesia
•
15 Dec 2021

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

Italia dilanda gelombang panas baru
Indonesia
•
21 Jul 2026


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
