Studi baru identifikasi area otak yang berkaitan dengan gagal napas usai kejang

Otak, sebuah organ kompleks yang mengendalikan seluruh fungsi tubuh, terdiri dari miliaran sel yang disebut neuron. Otak berbobot kira-kira 1,4 kilogram dan teksturnya menyerupai jeli yang keras. (Xinhua)
Kematian mendadak tak terduga pada pasien epilepsi (sudden unexpected death in epilepsy/SUDEP), merupakan penyebab utama kematian pada populasi pasien tersebut.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Para peneliti Amerika Serikat (AS) telah mengidentifikasi bagian otak yang kemungkinan memiliki kaitan dengan kondisi gagal napas setelah kejang pada penderita epilepsi parah yang tidak dapat dikendalikan dengan obat-obatan, menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan pada Selasa (3/10).Kondisi itu, yang dikenal sebagai kematian mendadak tak terduga pada pasien epilepsi (sudden unexpected death in epilepsy/SUDEP), merupakan penyebab utama kematian pada populasi pasien tersebut, ungkap Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health/NIH) AS.Temuan-temuan baru dari para peneliti di Universitas Iowa ini dipublikasikan dalam jurnal JCI Insight.Guna memahami penyebab apnea postiktal (postictal apnea), tim peneliti menggunakan pendekatan multimodal untuk mempelajari mekanisme kontrol pernapasan otak pada 20 pasien yang sedang menjalani pemeriksaan elektroensefalografi intrakranial untuk epilepsi yang resistan terhadap obat. Hasilnya menunjukkan bahwa kejang amigdala dapat menyebabkan apnea postiktal.Lebih lanjut, tim peneliti mengidentifikasi area spesifik di dalam amigdala di mana rangsangan listrik cukup untuk kembali memicu gagal napas berkepanjangan yang bertahan jauh setelah rangsangan berakhir.Temuan-temuan ini semakin meningkatkan pemahaman tentang SUDEP dan dapat membantu menemukan pengobatan pencegahan serta mengidentifikasi pasien yang paling berisiko, imbuh NIH.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Mongolia Dalam duduki peringkat teratas penyerap karbon di China dari hutan, padang rumput dan lahan basah
Indonesia
•
07 Aug 2024

Lingkungan ekologis Taman Nasional Sanjiangyuan China terus meningkat
Indonesia
•
29 Dec 2023

Peneliti China temukan spesies baru gurita dumbo
Indonesia
•
02 Aug 2025

WWF laporkan penurunan dramatis spesies darat seluruh dunia sejak 1970
Indonesia
•
11 Sep 2020
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
