
COVID-19 – China Daratan laporkan 59.938 kematian dalam 30 hari lebih

Seorang apoteker memeriksa resep di sebuah pusat layanan kesehatan masyarakat di Distrik Minhang di Shanghai, China timur, pada 8 Januari 2023. Obat COVID-19 molekul kecil telah mulai digunakan di pusat-pusat layanan kesehatan masyarakat di Shanghai. (Xinhua/Wang Xiang)
Kematian terkait COVID-19 terjadi di berbagai institusi kesehatan di seluruh China sejak 8 Desember 2022 hingga 12 Januari 2023, mencapai 59.938 kasus, dengan lebih dari 90 persen kematian melibatkan penyakit bawaan, termasuk penyakit kardiovaskular, tumor stadium lanjut, penyakit serebrovaskular, penyakit pernapasan, penyakit metabolik, dan insufisiensi ginjal.
Beijing, China (Xinhua) – Sebanyak 59.938 kematian terkait COVID-19 terjadi di berbagai institusi kesehatan di seluruh China sejak 8 Desember 2022 hingga 12 Januari 2023, demikian disampaikan seorang pejabat kesehatan pada Sabtu (14/1).Sebanyak 5.503 orang meninggal akibat gagal napas yang disebabkan oleh COVID-19, sementara 54.435 lainnya meninggal karena penyakit bawaan yang diperburuk oleh infeksi COVID-19, kata Jiao Yahui, kepala Biro Administrasi Medis di bawah Komisi Kesehatan Nasional China, pada sebuah konferensi pers yang diadakan oleh mekanisme gabungan pencegahan dan pengendalian COVID-19 Dewan Negara.Usia rata-rata pada saat kematian adalah 80,3 tahun, dengan sekitar 90,1 persen pasien yang meninggal berusia 65 tahun ke atas, dan sekitar 56,5 persen pasien yang meninggal berusia 80 tahun ke atas, urai Jiao.Lebih dari 90 persen kematian melibatkan penyakit bawaan, termasuk penyakit kardiovaskular, tumor stadium lanjut, penyakit serebrovaskular, penyakit pernapasan, penyakit metabolik, dan insufisiensi ginjal.Musim dingin mencatatkan insiden penyakit pernapasan yang tinggi, dan cuaca dingin dapat memperparah penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular di kalangan lanjut usia (lansia). Dikombinasikan dengan infeksi COVID-19, penyakit-penyakit tersebut menyebabkan jumlah kematian yang relatif tinggi di kalangan lansia, kata Jiao.Sejak 8 Januari, China mulai menangani COVID-19 dengan kebijakan-kebijakan yang dirancang untuk memerangi penyakit menular Kelas B.Di masa mendatang, data relevan akan dirilis ke publik secara tepat waktu sesuai dengan ketentuan terkait untuk penyakit menular Kelas B, imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Emas berbentuk tapal kuda dari China ingatkan mahasiswa Indonesia akan ‘api kemerdekaan’ di Jakarta
Indonesia
•
16 Feb 2026

China targetkan tingkat daur ulang sampah perkotaan jadi 76 persen per 2030
Indonesia
•
25 May 2026
Sprite ubah kemasan botol hijau jadi bening untuk tingkatkan daur ulang
Indonesia
•
29 Jul 2022

Bangau mahkota merah di Taiwan tetaskan telur setelah 11 tahun
Indonesia
•
02 Jul 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
