
China siap perkuat kerja sama internasional untuk lindungi spesies terancam punah

Panda raksasa Tian Tian menikmati kue es di Kebun Binatang Nasional Smithsonian di Washington DC, Amerika Serikat, pada 27 Agustus 2023. Panda raksasa Tian Tian merayakan ulang tahunnya yang ke-26 di kebun binatang tersebut pada Minggu (27/8). (Xinhua/Winstead Barnes)
Kerja sama China-AS dalam perlindungan dan penelitian panda raksasa dimulai pada 1996 dan kerja sama China dengan Kebun Binatang Nasional Smithsonian dimulai pada tahun 2000.
Beijing, China (Xinhua) – China bersedia untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara terkait, termasuk Amerika Serikat (AS), dan memberikan kontribusi positif terhadap perlindungan panda raksasa dan spesies lainnya yang terancam punah, demikian disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Wang Wenbin pada Kamis (9/11).Pernyataan tersebut disampaikan Wang pada sebuah konferensi pers reguler ketika diminta untuk mengomentari panda raksasa Mei Xiang, Tian Tian, dan anak jantan mereka, Xiao Qi Ji, yang mengakhiri masa tinggal mereka di AS. Panda-panda tersebut telah berangkat untuk kembali ke China dari Kebun Binatang Nasional Smithsonian di Washington DC pada Rabu (8/11).Menurut perjanjian kerja sama antara China dan AS, ketiga ekor panda tersebut akan kembali ke China sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, kata Wang. "Kami menyambut mereka kembali."Panda raksasa merupakan hewan liar langka dan terancam punah yang dicintai oleh orang-orang di seluruh dunia, dan juga merupakan utusan persahabatan untuk pertukaran budaya antara China dan negara-negara asing, ujar Wang.Kerja sama antara China dan AS dalam perlindungan dan penelitian panda raksasa dimulai pada 1996 dan kerja sama China dengan Kebun Binatang Nasional Smithsonian dimulai pada tahun 2000. Wang mengatakan bahwa kedua belah pihak telah menjalin hubungan kerja sama yang baik dan mencapai hasil yang positif dalam perlindungan dan pengembangbiakan panda raksasa, pencegahan dan pengendalian penyakit, diagnosis dan pengobatan, serta pendidikan publik, yang telah memainkan sebuah peran penting dalam meningkatkan persahabatan antara kedua negara.Setelah kepulangan keluarga Mei Xiang ke China, masih ada empat ekor panda raksasa lainnya di AS, yang saat ini berada di Kebun Binatang Atlanta."Diyakini bahwa panda-panda itu akan terus membangun jembatan persahabatan antara rakyat China dan AS," ujar jubir itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – 2 kandidat obat anti virus China masuk uji coba pada manusia
Indonesia
•
24 Nov 2021

Peneliti kembangkan perangkat nano DNA pintar untuk trombolisis akurat
Indonesia
•
12 Mar 2024

China setujui permohonan penelitian sampel Bulan baru dari berbagai institusi
Indonesia
•
31 Dec 2024

COVID-19 - UEA kembangkan teknologi tes cepat COVID-19 dengan laser
Indonesia
•
21 May 2020


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
