
Feature – Kerajinan sulaman bantu perempuan pengungsi Suriah pulih dari trauma perang

Sejumlah perempuan membuat produk sulaman di kamp pengungsi Shatila di sebelah selatan Beirut, Lebanon, pada 7 Maret 2024. (Xinhua/Xie Hao)
Keterbatasan kesempatan kerja bagi warga Suriah di Lebanon membuat banyak dari mereka harus melakukan pekerjaan sampingan, sembari menanggung penderitaan akibat trauma perang di lingkungan asing yang jauh dari tanah airnya.
Beirut, Lebanon (Xinhua) – Di kamp pengungsi Shatila yang terletak di sebelah selatan Beirut, ibu kota Lebanon, sekelompok perempuan Suriah duduk-duduk sembari sibuk menyulam. Mereka begitu fokus pada pekerjaannya sehingga kedatangan pengunjung pun tidak mengalihkan perhatian mereka.Zeinab Al Mokdad (44), seorang ibu tiga anak, adalah pengawas kelompok tersebut. Di ruangan lain, dia menunjukkan kepada Xinhua sulaman yang sudah jadi, di antaranya pembatas buku, tas, boneka, pakaian, dan bantal, yang proses pembuatannya memakan waktu antara tiga jam hingga 15 hari."Sulaman merupakan kerajinan tradisional Suriah. Produk-produk sulaman di sini dirancang oleh kami sendiri," kata Mokdad dengan bangga.
Esraa Al Kassmoo menunjukkan berbagai produk sulaman di kamp pengungsi Shatila di sebelah selatan Beirut, Lebanon, pada 7 Maret 2024. (Xinhua/Xie Hao)
Foto yang diabadikan pada 7 Maret 2024 ini menunjukkan berbagai produk sulaman di kamp pengungsi Shatila di sebelah selatan Beirut, Lebanon. (Xinhua/Xie Hao)
Foto yang diabadikan pada 7 Maret 2024 ini menunjukkan berbagai produk sulaman di kamp pengungsi Shatila di sebelah selatan Beirut, Lebanon. (Xinhua/Xie Hao)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Interaksi unsur tradisional dan modern perkaya kehidupan etnis minoritas di China
Indonesia
•
23 Feb 2023

Ilmuwan dunia bahas masa depan ilmu pengetahuan dalam World Laureates Forum
Indonesia
•
07 Nov 2022

Pemerintah Saudi tetapkan denda 7,6 juta rupiah jika alat cukur sekali pakai digunakan kembali
Indonesia
•
11 Jan 2022

Konservasi keanekaragaman hayati di provinsi Qinghai China catat kemajuan signifikan
Indonesia
•
09 Dec 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
