Opini – Perpaduan nilai tradisional dan modern, penekanan pendidikan bentuk keuletan siswa China

Guru bela diri China Liu Long mengajarkan seni bela diri kepada anak-anak di Desa Liuzhuang, Kota Pizhou, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 16 Agustus 2022. (Xinhua/Ji Chunpeng)
Keuletan sudah lama dianggap sebagai nilai mentalitas yang berharga dan suci dalam filosofi China, baik dalam nilai-nilai tradisional maupun di era modern.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Generasi muda merupakan aset bangsa dan kunci kemajuan suatu negara. China mengalami kemajuan yang pesat dalam berbagai bidang selama beberapa dekade terakhir dan juga dikenal gemilang dalam peradaban masa lalu. Prestasi ini tentunya tidak lepas dari peran generasi muda. Lantas, apa yang membuat anak-anak di China dinilai berbeda dengan anak-anak lain seumuran mereka di belahan dunia lainnya?Bangsa China terkenal akan kedisiplinan diri dan keuletan mereka yang layak dijadikan teladan. Mereka kerap mengukir prestasi atau tampil menonjol di berbagai bidang, baik dalam kompetisi matematika, olahraga, maupun seni. Bahkan, ada sebuah guyonan di jagat maya yang berbunyi seperti ini: ‘Jika Anda merasa hebat, ingat, selalu ada anak Asia yang lebih jago dari Anda!’, dengan sebagian besar anak Asia itu digambarkan sebagai anak-anak China, yang umumnya memiliki kemampuan luar biasa di usia sangat muda.Namun, apa yang mendasari mentalitas mengagumkan ini?Landasannya dapat ditelusuri ke masa Konfusianisme kuno, di mana istilah ‘Junzi’ memiliki arti model keunggulan manusia. Salah satu kebajikan inti dalam ajaran Konfusianisme adalah ‘Xiao’ atau bakti kepada orang tua, yang mengacu kepada kewajiban khusus bagi anak laki-laki, terutama anak laki-laki tertua, terhadap keluarga, serta harapan untuk menghormati dan merawat orangtua mereka (McLaughlin & Braun, 1998).Di era China modern, kebajikan ini menjadi sorotan dalam salah satu Nilai-Nilai Sosialis Inti, yaitu dedikasi dan kejujuran. Nilai-Nilai Sosialis Inti terdiri dari 12 idealisme berbeda yang dibagi menjadi tiga kategori utama. Pertama, nilai-nilai nasional yang meliputi kemakmuran dan kekuatan nasional, demokrasi, perilaku beradab, dan harmoni; kedua, nilai-nilai sosial yang mencakup kebebasan, kesetaraan, keadilan, dan supremasi hukum; dan ketiga, nilai-nilai individu yang meliputi patriotisme, dedikasi, kejujuran, serta persahabatan.Keuletan sudah lama dianggap sebagai nilai mentalitas yang berharga dan suci dalam filosofi China, baik dalam nilai-nilai tradisional maupun di era modern ini, di mana China mengintegrasikan nilai-nilai baik China dalam sejarah dengan nilai-nilai sosialis dengan karakteristik China.Pendidikan telah lama menjadi tulang punggung masyarakat China, dihormati sebagai jalur utama menuju mobilitas sosial, kesuksesan finansial, dan prestise keluarga. Sejak era feodalisme, ketika ujian kekaisaran menjadi gerbang menuju posisi pemerintahan, du shu, yang secara harfiah berarti membaca buku dan diartikan sebagai belajar, selalu dianggap hal paling penting bagi generasi muda.Walaupun zaman sudah berbeda, pendidikan masih menjadi salah satu aspek terpenting bagi keluarga dengan anak muda di China saat ini. Di China, tidak heran jika Anda melihat orangtua mengeluarkan sebagian besar uang, dan mengorbankan waktu luang mereka untuk pendidikan anak, baik di rumah maupun mendampingi anak mengikuti kursus di luar sekolah pada saat akhir pekan dan liburan.Sejumlah data statistik juga menunjukkan bahwa tekanan finansial di bidang pendidikan anak cukup besar bagi banyak keluarga, terutama bagi mereka yang berpenghasilan menengah. Namun, pengorbanan ini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang krusial bagi masa depan anak dan kehormatan keluarga.
Sejumlah siswa mencoba menumbuk obat herbal China di rumah sakit pengobatan tradisional China (traditional Chinese medicine/TCM) Neiqiu di wilayah Neiqiu, Provinsi Hebei, China utara, pada 21 Oktober 2018. (Xinhua/Mu Yu)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

The Washington Post: Pekerja anak jadi masalah modern bagi AS
Indonesia
•
14 May 2023

Analisis: Empat dari 10 kematian terkait senjata api di AS adalah bunuh diri
Indonesia
•
14 Sep 2022

COVID-19 – New York di AS longgarkan aturan pengendalian untuk sekolah level TK-SMA
Indonesia
•
23 Aug 2022

Komisaris HAM PBB: Konflik global jadi peringatan bagi masyarakat internasional
Indonesia
•
08 Dec 2023
Berita Terbaru

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS
Indonesia
•
27 Jan 2026
