
Kisah para veteran yang hijaukan wilayah gurun di Xinjiang, China

Sejumlah veteran berjalan di Gurun Taklimakan di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, pada 3 Juli 2022. (Xinhua/Li Xiang)
Gurun Taklimakan di Xinjiang, China barat laut semakin hijau berkat upaya para veteran yang menanam lebih dari 10 varietas tanaman gurun termasuk populus euphratica, rose willow, dan saxoul, yang membentang di area seluas lebih dari 800 hektare.
Urumqi, China (Xinhua) – Selama empat tahun, Tian Ye dan tujuh rekan veterannya telah menanam ratusan hektare tanaman penahan angin yang juga mampu menghasilkan uang di Gurun Taklimakan di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut.Sejak 2018, Tian dan para mitranya menanam lebih dari 10 varietas tanaman gurun di wilayah Qiemo, Xinjiang selatan, termasuk populus euphratica, rose willow, dan saxoul, yang membentang di area seluas lebih dari 800 hektare.
Foto dari udara yang diabadikan pada 5 Juli 2022 ini menunjukkan sejumlah veteran memeriksa pipa irigasi di Qiemo, wilayah gurun yang berlokasi di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut. (Xinhua/Li Xiang)
Seorang veteran bernama Tian Ye memetik cistanche deserticola, tanaman herbal tradisional China, di Qiemo, wilayah gurun yang berlokasi di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, pada 31 Maret 2022. (Xinhua/Su Xin)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Tiga sandera Israel dipulangkan saat gencatan senjata hadirkan ketenangan yang rapuh di Gaza
Indonesia
•
21 Jan 2025

Simpanse di Spanyol terpilih jadi finalis Penghargaan Kepribadian Unik Satwa Liar
Indonesia
•
07 Sep 2023

Lebih dari 36.000 orang dievakuasi di Fuzhou China akibat Topan Haikui
Indonesia
•
07 Sep 2023

LSPR Institute jalin kerjasama dengan Media Group Network
Indonesia
•
27 Oct 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
