
Celios sebut kolaborasi dengan China dapat percepat transisi energi Indonesia

Foto dari udara yang diabadikan pada 9 November 2023 ini menunjukkan 'booster station' di pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Waduk Cirata, Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. (Xinhua/Xu Qin)
Kolaborasi Indonesia-China bisa jadi motor utama dalam mempercepat transisi energi, asalkan tetap transparan dan berpihak pada kepentingan nasional.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Kerja sama energi terbarukan antara Indonesia dan China semakin meningkat dari tahun ke tahun. Lembaga riset Center of Economic and Law Studies (Celios) menyebut prospek kolaborasi kedua negara di bidang ini masih sangat besar ke depannya, dengan China memegang peran penting dalam membantu mempercepat transisi energi di Indonesia.Dalam laporan terbarunya berjudul ‘China-Indonesia Energy Transition Cooperation: Progress, Prospect, and Recommendation’, Celios menganalisis puluhan aktivitas penting terkait kerja sama kedua negara di bidang ini. Kegiatan ini mencakup penandatanganan kerja sama baru, peluncuran proyek, hingga pertukaran akademisi dan pakar.Direktur China-Indonesia Celios Muhammad Zulfikar Rakhmat, yang juga berpartisipasi dalam penyusunan laporan tersebut, mengatakan kerja sama energi terbarukan kedua negara menunjukkan tren peningkatan. Bentuk kemitraannya pun meluas, dari proyek infrastruktur energi ke sektor-sektor lain, seperti rantai pasokan baterai, teknologi penyimpanan energi, serta inovasi energi bersih lainnya."Prospeknya ke depan masih sangat besar. Dengan kebutuhan energi bersih yang terus tumbuh dan target net zero 2060, kolaborasi Indonesia-China bisa jadi motor utama dalam mempercepat transisi energi, asalkan tetap transparan dan berpihak pada kepentingan nasional," kata Zulfikar dalam keterangannya kepada Xinhua.Sektor paling potensial untuk dikembangkan ke depannya antara lain energi surya, kendaraan listrik, baterai, dan sistem penyimpanan energi. Selain itu, kolaborasi dalam bidang efisiensi energi di sektor industri dan transportasi juga memiliki peluang besar untuk terus dieksplorasi.Dalam laporan tersebut, Celios juga merekomendasikan setidaknya 10 langkah untuk memajukan kerja sama ini, di antaranya menyelaraskan kebijakan industri dengan komitmen untuk mengakhiri pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara baru di luar negeri, hingga komitmen untuk menerjemahkan kesepakatan diplomasi menjadi tindakan yang terukur.China telah terlibat dalam sejumlah proyek strategis untuk transisi energi di Indonesia. Pada Juni lalu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah meresmikan proyek hilirisasi baterai listrik yang melibatkan sejumlah perusahaan China dan Indonesia. Selain itu, sejumlah korporasi China turut berpartisipasi di berbagai proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di berbagai daerah di Indonesia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Wawancara – Ekonom sebut pernyataan keliru PM Takaichi akan beri pukulan keras bagi perekonomian Jepang
Indonesia
•
28 Nov 2025

Bank Dunia turunkan proyeksi pertumbuhan global 2022 jadi 4,1 persen
Indonesia
•
12 Jan 2022

Arab Saudi alokasikan 5,3 miliar dolar AS atasi dampak kenaikan harga global
Indonesia
•
05 Jul 2022

Ekspor Indonesia 15,3 miliar dolar AS pada Januari 2021
Indonesia
•
27 Feb 2021


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
