
Penelitian ungkap kondisi jantung jadi pembunuh utama di pantai Australia

Kondisi jantung menyebabkan lebih banyak kematian di pantai-pantai Australia daripada hiu atau satwa liar lainnya. (Xinhua)
Kondisi jantung menyebabkan lebih banyak kematian di pantai-pantai Australia daripada hiu atau satwa liar lainnya.
Canberra, Australia (Xinhua) – Kondisi jantung menyebabkan lebih banyak kematian di pantai-pantai Australia daripada hiu atau satwa liar lainnya, ungkap sebuah hasil penelitian.Penelitian yang didanai oleh pemerintah federal Australia dan diterbitkan oleh Surf Life Saving Australia, penyedia layanan penyelamatan selancar terkemuka di negara itu, pada Jumat (22/3) mengungkapkan bahwa hampir 40 persen dari 1.667 kematian yang terjadi di pantai-pantai Australia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir tidak terkait dengan insiden tenggelam.Kondisi jantung merupakan penyebab utama kematian di pantai yang bukan karena tenggelam, menurut penelitian tersebut, mencakup 51,8 persen dari 620 kasus selama periode 10 tahun.Tabrakan dan cedera traumatis menyumbang 15,9 persen kasus dan jatuh mencatatkan 10,4 persen kasus, papar studi tersebut.Makhluk laut termasuk hiu dan ubur-ubur diidentifikasi sebagai penyebab 5 persen kematian yang bukan dikarenakan tenggelam dan kurang dari 2 persen dari semua kematian di pantai.Demi menjamin keselamatan, organisasi itu mengimbau kepada siapa pun yang berkunjung ke pantai untuk berenang di pantai yang dipatroli oleh penjaga pantai, yang semuanya terlatih dalam resusitasi jantung paru (cardiopulmonary resuscitation/CPR) dan pertolongan pertama, selalu mengawasi anak-anak, serta menghindari pemakaian alkohol dan obat-obatan terlarang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ekosistem inovasi Shanghai ubah gagasan jadi kenyataan
Indonesia
•
30 May 2024

Peneliti Taiwan kembangkan obat kanker yang menjanjikan
Indonesia
•
17 Aug 2021

Pertamina akan olah minyak goreng bekas jadi bahan bakar pesawat
Indonesia
•
18 Dec 2024

China akan bangun lebih dari 100 matriks data tepercaya per 2028
Indonesia
•
25 Nov 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
