
Feature – Perjuangan pengungsi Gaza berikan tempat tinggal dan makanan bagi keluarga di tengah konflik

Anak-anak pengungsi Palestina terlihat di dalam tenda di sebuah tempat penampungan sementara di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 18 Desember 2023. (Xinhua/Yasser Qudih)
Kota Rafah, yang terletak dekat perbatasan dengan Mesir, dipenuhi ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi akibat serangan Israel di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan.
Gaza, Palestina (Xinhua) – Mohammed Saad (59), seorang pengungsi Palestina, akhirnya menemukan tempat penampungan sementara untuk keluarganya yang beranggotakan delapan orang di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, lebih dari 70 hari setelah konflik Hamas-Israel pecah pada 7 Oktober lalu.Ayah enam anak itu dulunya seorang pengusaha yang mapan, hingga serangan Israel menghancurkan rumah mereka di Gaza City. Setelah terpaksa mengungsi ke wilayah selatan, dia mulai membawa keluarganya dari satu tempat penampungan pengungsi ke tempat penampungan lainnya di Rafah."Saya tidak membawa apa pun kecuali sejumlah uang tunai ketika kami pindah ke selatan, dan uang itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan air," katanya kepada Xinhua."Kami sempat tinggal di pusat UNRWA di Deir al-Balah, tetapi tentara Israel memerintahkan kami untuk mengungsi dan kemudian kami pergi ke Khan Younis, hingga kami kembali menerima perintah evakuasi. Begitulah ceritanya bagaimana kami bisa sampai di Rafah," katanya.Saat ini keluarganya tinggal di sebuah tenda darurat yang didirikan di Rafah bagian barat dan harus berbagi toilet dengan keluarga-keluarga lainnya."Saya harus menunggu dalam antrean panjang untuk mendapatkan makanan, air, gas untuk memasak, atau lainnya. Terkadang, saya kembali ke tenda dengan tangan kosong," ujarnya.
Para pengungsi Palestina menyiapkan makanan di sebuah tempat penampungan sementara di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 18 Desember 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Seorang anak Palestina terlihat di sebuah tempat penampungan sementara di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 13 Desember 2023. (Xinhua/Yasser Qudih)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

KBRI London buka kelas daring Bahasa Indonesia untuk penutur asing
Indonesia
•
02 Nov 2020

Korban tewas kebakaran resor ski Turkiye bertambah jadi 78 orang, 11 ditahan
Indonesia
•
24 Jan 2025

Kisah para veteran yang hijaukan wilayah gurun di Xinjiang, China
Indonesia
•
22 Nov 2022

Feature – Dulu penghasil opium, kini ladang Afghanistan dipenuhi gandum dan kentang
Indonesia
•
27 Jun 2026


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
