
Pakar sebut bayi dan balita jadi korban tak terduga dari krisis fentanil di AS

Seorang bayi terlihat di sebuah air mancur yang digunakan untuk menyejukkan diri di Battery Park, New York, Amerika Serikat, pada 20 Juni 2012. (Xinhua/Shen Hong)
Krisis fentanil melanda masyarakat Amerika Serikat, dengan makin banyak balita dan bayi menjadi korban tak terduga dari opioid yang 50 kali lebih kuat dibandingkan heroin.
New York City, AS (Xinhua) – Saat krisis fentanil melanda masyarakat Amerika Serikat (AS), makin banyak balita dan bayi menjadi korban tak terduga dari opioid yang 50 kali lebih kuat dibandingkan heroin, demikian menurut ahli kesehatan masyarakat.Meski orang dewasa menjadi penyumbang terbesar bagi angka kematian terkait fentanil, makin banyak anak di bawah usia lima tahun (balita) yang meninggal atau dilarikan ke instalasi gawat darurat akibat positif mengonsumsi fentanil, kata ahli kesehatan masyarakat di AS."Jumlah kasus overdosis obat secara nasional telah menurun untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, namun tingkat insidensi overdosis pada anak-anak mengalami peningkatan karena mereka terpapar opioid dan perlengkapan obat-obatan di rumah atau tidak sengaja menelannya," lapor harian Los Angeles Times pada Rabu (10/7).Kendati Negara Bagian Virginia Barat mencatatkan tingkat kematian terkait fentanil tertinggi, California menyumbang jumlah kematian terbanyak secara keseluruhan, dengan 6.473 kematian pada 2022. Pejabat di seluruh AS sedang berjuang untuk menemukan solusi guna mencegah kematian anak berusia muda, papar laporan itu."Jika Anda memiliki anak-anak yang berada di lingkungan rumah yang tidak beraturan, di rumah yang ... banyak terdapat obat-obatan, hal itu akan meningkatkan risiko secara eksponensial, terutama bagi anak-anak kecil rentan yang sedang dalam fase menjelajahi sekeliling mereka dengan memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut," ujar Emily Rose, salah satu peneliti dalam studi tentang pengidentifikasian dan penanganan overdosis opioid pada anak dan remaja, sebagaimana dikutip laporan tersebut.America's Poison Centers, yang mewakili 55 pusat pengendalian racun terakreditasi di AS, melaporkan peningkatan drastis dalam hal paparan fentanil pada anak berusia muda di seluruh AS. Pada 2016, pusat itu menerima 10 laporan kasus paparan fentanil pada anak berusia di bawah enam tahun. Pada 2023, angka tersebut mencapai 539 laporan kasus.Data awal dari Departemen Kesehatan Masyarakat California menunjukkan ada 11 kematian terkait fentanil pada anak balita di negara bagian tersebut selama tiga kuartal pertama 2023. Data ini merupakan data statistik terbaru yang tersedia. Sepanjang 2022, tercatat sebanyak 10 kematian terkait fentanil pada balita, sedangkan pada 2021 tercatat enam kematian.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pejabat senior UE dan 24 menlu berjanji segera ambil tindakan untuk hentikan kelaparan di Gaza
Indonesia
•
13 Aug 2025

Badan UE sebut Eropa hadapi kekeringan terburuk dalam 500 tahun
Indonesia
•
24 Aug 2022

Lebih 90.000 masjid Saudi dibuka akhir pekan, kecuali di Makkah
Indonesia
•
29 May 2020

Siswa Insantama soroti laut dalam kompetisi nasional
Indonesia
•
22 Feb 2020


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
