
Laporan PBB sebut lebih dari 3,45 juta orang mengungsi di Ethiopia

Pasukan Polisi Federal Ethiopia menggelar sebuah parade militer yang menampilkan senjata dan perlengkapan antihuru-hara di Alun-Alun Meskel, Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, pada 30 September 2020. (Xinhua/Michael Tewelde)
Krisis kemanusiaan di Ethiopia terutama didorong oleh konvergensi empat faktor utama, yaitu krisis iklim yang terutama berupa banjir dan kekeringan, konflik bersenjata, wabah penyakit, serta guncangan ekonomi.
Addis Ababa, Ethiopia (Xinhua) – Lebih dari 3,45 juta orang mengungsi di Ethiopia, dengan lebih dari separuhnya mengungsi karena konflik, demikian menurut laporan baru dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM), sebuah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Melalui Laporan Pengungsi Nasional Ethiopia terbarunya yang dirilis pada Jumat (19/1), IOM mengatakan bahwa dari total 3,45 juta pengungsi internal (internally displaced person/IDP) di 12 wilayah di Ethiopia, penyebab utama pengungsian adalah konflik (menyumbang 64 persen), kekeringan (menyumbang 17 persen), dan ketegangan sosial (menyumbang 9 persen).Wilayah Somali menampung jumlah IDP terbanyak yang terutama disebabkan oleh kekeringan, sementara wilayah Tigray menampung jumlah IDP tertinggi yang terutama disebabkan oleh konflik, ungkap IOM.
Seorang penggembala menggiring ternaknya di lahan yang dilanda kekeringan di wilayah Somali, Ethiopia, pada 11 Juni 2023. (Xinhua/Michael Tewelde)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Azerbaijan akan tanam 650.000 pohon dalam sehari
Indonesia
•
29 Oct 2019

Flu tomat serang anak-anak di India, UEA keluarkan peringatan kesehatan
Indonesia
•
30 Aug 2022

Arab Saudi siap terima jamaah umroh asing
Indonesia
•
22 Oct 2020

Brasil kerahkan kapal induk terbesar untuk bantu korban longsor
Indonesia
•
24 Feb 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
