
Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025

Foto yang diabadikan pada 15 April 2024 ini menunjukkan pemandangan di luar dealer Tesla di San Mateo, California, Amerika Serikat. (Xinhua/Li Jianguo)
Tesla mengirimkan sekitar 1,64 juta kendaraan secara global pada 2025, menandai penurunan tahunan kedua berturut-turut. Volume penjualan EV tahunannya untuk pertama kalinya dilampaui oleh produsen mobil China, BYD.
San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) Amerika Serikat (AS) Tesla pada Rabu (28/1) melaporkan penurunan pendapatan dan laba bersih untuk tahun lalu, menurut laporan pendapatan terbarunya.
Total pendapatan Tesla pada 2025 mencapai 94,83 miliar dolar AS, turun 3 persen secara tahunan (yoy), sementara laba bersih yang dihitung berdasarkan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (Generally Accepted Accounting Principles/GAAP) turun 46 persen menjadi 3,79 miliar dolar AS.
*1 dolar AS = 16.723 rupiah
Perusahaan tersebut mengirimkan sekitar 1,64 juta kendaraan secara global pada 2025, menandai penurunan tahunan kedua berturut-turut. Volume penjualan EV tahunannya untuk pertama kalinya dilampaui oleh produsen mobil China, BYD.
Pada kuartal keempat (Q4), Tesla mengirimkan 418.227 kendaraan, turun 16 persen (yoy). Pendapatan pada periode yang sama turun 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 24,9 miliar dolar AS, sementara laba bersih anjlok 61 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 840 juta dolar AS.
Dalam laporan tersebut, Tesla menyatakan mereka terus bertransisi dari perusahaan yang berfokus pada perangkat keras menjadi perusahaan "AI fisik" pada 2025. Pada 2026, perusahaan itu berencana untuk berinvestasi lebih lanjut dalam "infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung energi bersih, transportasi, dan robot otonomos."
Tesla juga mengatakan pihaknya berencana meluncurkan versi Gen 3 dari robot humanoidnya, Optimus, pada kuartal pertama (Q1) tahun ini. Persiapan untuk lini produksi pertama sedang berlangsung, dengan produksi diperkirakan akan dimulai sebelum akhir 2026 dan kapasitas yang direncanakan pada akhirnya mencapai 1 juta robot per tahun.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Penanaman modal asing tumbuh 33 persen capai 190,1 triliun rupiah pada 2020
Indonesia
•
26 Jan 2021

RCEP dan FTA bilateral dongkrak pertumbuhan ekonomi Kamboja
Indonesia
•
21 Jun 2024

Merek-merek China bidik pertumbuhan tingkat lanjut di Jepang
Indonesia
•
14 Feb 2023

China rilis Indeks Keterbukaan Dunia, serukan ekonomi dunia yang lebih terbuka
Indonesia
•
06 Nov 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
