
Langgar aturan keamanan makanan, 7 platform ‘e-commerce’ China didenda 7 triliun rupiah

Ilustrasi. (Shutter Speed on Unsplash)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Regulator tertinggi untuk pasar China pada Jumat (17/4) mengatakan bahwa pihaknya telah menjatuhkan total denda sebesar 3,597 miliar yuan kepada tujuh platform perdagangan elektronik (e-commerce) besar atas keterlibatan mereka dalam serangkaian kasus "toko gaib" pengantaran makanan dan pelanggaran keamanan pangan.
*1 yuan = 2.517 rupiah
Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (State Administration for Market Regulation/SAMR) China dalam sebuah pernyataan mengatakan keputusan hukuman administratif tersebut dijatuhkan kepada Pinduoduo, Meituan, JD.com, Ele.me (kini berganti nama menjadi Taobao Flash Sale), Douyin, Taobao, dan Tmall sesuai dengan undang-undang keamanan pangan dan e-commerce China.
Platform-platform ini diperintahkan untuk memperbaiki tindakan mereka dan menangguhkan penambahan gerai makanan baru untuk jangka waktu dari tiga hingga sembilan bulan, menurut SAMR.
Selain itu, perwakilan hukum dan pejabat keamanan pangan dari ketujuh perusahaan tersebut secara kolektif didenda 19,6874 juta yuan karena gagal menjalankan sepenuhnya tugas mereka dalam pengelolaan keamanan pangan.
Investigasi menemukan perusahaan-perusahaan ini gagal meninjau secara ketat lisensi para penjual makanan yang beroperasi di platform mereka, sehingga melanggar kewajiban hukum mereka untuk memverifikasi kualifikasi penjual, ungkap SAMR.
Platform-platform tersebut juga menjalin perjanjian kerja sama dengan platform transfer pesanan, meskipun mengetahui atau seharusnya mengetahui bahwa tindakan tersebut dapat merugikan hak dan kepentingan sah konsumen, imbuh regulator pasar tersebut.
SAMR mengungkapkan bahwa sejak investigasi dimulai, pihaknya langsung menginstruksikan platform-platform tersebut untuk segera melakukan perbaikan, dan semuanya telah menghapus "toko gaib" yang tidak disetujui serta menghentikan kerja sama dengan platform transfer pesanan terkait.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak naik dipicu penurunan persediaan AS dan dolar yang lebih lemah
Indonesia
•
13 Jan 2022

Trump tanda tangani rencana untuk berlakukan tarif ‘resiprokal’ pada mitra dagang
Indonesia
•
15 Feb 2025

BI: Indonesia surplus 2,6 miliar dolar AS pada neraca pembayaran 2020
Indonesia
•
19 Feb 2021

China dan ASEAN rilis pernyataan bersama terkait penyelesaian negosiasi peningkatan FTA
Indonesia
•
11 Oct 2024


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
