
China Daratan: Provokasi otoritas Taiwan jadi penyebab pembatalan kebijakan tarif nol

Para pengunjung memberi makanan kepada domba-domba di lokasi wisata pertanian Nantou County, Taiwan, pada 9 Februari 2020. (Indonesian Window)
China Daratan membebaskan tarif impor terhadap total 34 produk pertanian yang berasal dari Taiwan, yang mencakup buah-buahan segar, sayuran, dan makanan laut.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sikap "kemerdekaan Taiwan" dan tindakan provokatif otoritas Taiwan, yang dipimpin oleh Lai Ching-te, menjadi penyebab keputusan China Daratan baru-baru ini untuk membatalkan kebijakan tarif nol terhadap produk-produk tertentu dari Taiwan. Demikian diungkapkan seorang juru bicara China Daratan pada Rabu (18/9).Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara China baru-baru ini mengumumkan bahwa pihaknya akan berhenti menerapkan kebijakan pembebasan tarif impor terhadap 34 produk pertanian yang berasal dari Taiwan mulai 25 September 2024.Chen Binhua, juru bicara Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara China, menyatakan dukungan kuatnya terhadap langkah tersebut.Mulai diterapkan pada 2005 dan diterapkan kembali pada 2007 dengan didasari oleh keyakinan bahwa masyarakat di kedua sisi Selat Taiwan merupakan satu keluarga, China Daratan membebaskan tarif impor terhadap total 34 produk pertanian yang berasal dari Taiwan, yang mencakup buah-buahan segar, sayuran, dan makanan laut, ungkap Chen.Kebijakan ini secara efektif membantu produk-produk terkait dalam memperluas pasar di China Daratan, yang membawa manfaat nyata bagi para pekerja industri pertanian dan perikanan di Taiwan, ujar Chen.Namun, sejak Lai menjabat sebagai pemimpin pulau itu, otoritas Taiwan dengan keras kepala berpegang teguh pada sikap "kemerdekaan Taiwan", melakukan provokasi secara terus-menerus untuk mengupayakan "kemerdekaan", meningkatkan permusuhan lintas Selat Taiwan, serta menghalangi pertukaran dan kerja sama.Otoritas Taiwan secara sepihak terus membatasi impor lebih dari 1.000 jenis produk pertanian dari China Daratan, kata Chen."Kami selalu menghormati, peduli, dan berkomitmen dalam memberikan manfaat bagi para kompatriot kami di Taiwan," tutur Chen, seraya menambahkan bahwa China Daratan akan terus menyambut dan mendukung para petani dan kompatriot dari Taiwan untuk berkembang di China Daratan.Chen juga memperingatkan bahwa mengupayakan "kemerdekaan Taiwan" hanya akan membawa bencana dan kerugian bagi Taiwan, dan mereka yang mendukung "kemerdekaan Taiwan" hanya akan merusak kepentingan mereka sendiri.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

RasaKoe lestarikan rempah Indonesia dalam ragam bumbu masakan dan produk makanan
Indonesia
•
14 Jan 2024

Indonesia-China luncurkan QRIS lintas perbatasan, tingkatkan kerja sama keuangan regional
Indonesia
•
01 May 2026

Nilai ‘output’ semikonduktor Taiwan capai 146 miliar dolar AS pada 2021
Indonesia
•
18 Feb 2022

Laporan BFA sebut transisi energi merupakan kunci pembangunan hijau di Asia
Indonesia
•
27 Mar 2024


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
