
Lapisan Es di Greenland mencair dengan kecepatan yang mengkhawatirkan

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 21 Maret 2025 ini menunjukkan lapisan es di dekat Kangerlussuaq, Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang memiliki otonomi tingkat tinggi. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Lapisan Es Greenland mencair dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, mendekati ‘titik kritis’ yang tidak dapat dipulihkan.
Greenland (Xinhua/Indonesia Window) – Sebagai satu dari dua lapisan es permanen di Bumi, Lapisan Es Greenland menyimpan sejarah iklim planet ini selama puluhan ribu tahun. Namun, akibat dampak perubahan iklim, Lapisan Es Greenland mencair dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, mendekati ‘titik kritis’ yang tidak dapat dipulihkan.
Gletser terlihat di dekat Kangerlussuaq, Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang memiliki otonomi tingkat tinggi, pada 21 Maret 2025. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Orang-orang berjalan di atas lapisan es di dekat Kangerlussuaq, Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang memiliki otonomi tingkat tinggi, pada 21 Maret 2025. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Foto dari udara yang diabadikan menggunakan <em>drone</em> pada 21 Maret 2025 ini menunjukkan lapisan es di dekat Kangerlussuaq, Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang memiliki otonomi tingkat tinggi. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Lahan bekas TPA jadi pusat teknologi masa depan di Kota Shenzhen, China
Indonesia
•
17 Sep 2025

Fokus Ekonomi – Mengunjungi zona peragaan bebas karbon di Boao
Indonesia
•
30 Mar 2023

Misi astronaut swasta Axiom berhasil menambat ke ISS
Indonesia
•
23 May 2023

Proyek konservasi air di China selatan dilengkapi jalur ikan buatan
Indonesia
•
13 Aug 2022


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
