
UE longgarkan persyaratan nol emisi 2035 untuk mobil baru

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 6 Juni 2024 ini menunjukkan mobil listrik di stasiun pengisian daya di dekat gedung Komisi Eropa di Brussel, Belgia. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Larangan terhadap mobil berbahan bakar bensin dan solar baru yang direncanakan pada 2035 oleh Komisi Eropa akan dilonggarkan, dengan beralih ke sebuah target yang mengharuskan produsen mobil mengurangi emisi gas buang kendaraan sebesar 90 persen.
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Komisi Eropa pada Selasa (16/12) mengatakan akan melonggarkan larangan terhadap mobil berbahan bakar bensin dan solar baru yang direncanakan pada 2035, dengan beralih ke sebuah target yang mengharuskan produsen mobil mengurangi emisi gas buang kendaraan sebesar 90 persen. Sedangkan 10 persen sisanya akan diimbangi dengan penggunaan baja rendah karbon yang diproduksi di Uni Eropa (UE), atau dari e-fuel dan biofuel.Berdasarkan Paket Otomotif yang diusulkan oleh Komisi Eropa, produsen mobil masih dapat menjual beberapa model kendaraan yang tidak sepenuhnya bertenaga listrik setelah 2035, seperti plug-in hybrid, range extender, dan mild hybrid, di samping model EV listrik murni dan hidrogen.Hal ini akan menandai perubahan dari peraturan UE yang diadopsi pada 2023 lalu, yang menetapkan target pengurangan emisi karbon sebesar 100 persen untuk mobil dan van baru mulai 2035.Komisi Eropa mengatakan produsen mobil akan dapat memperoleh manfaat dari "kredit super" sebelum 2035 untuk EV kecil dengan harga terjangkau yang diproduksi di UE. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat peluncuran semakin banyak model EV kecil.Terkait target tahun 2030 untuk mobil dan van, Komisi Eropa memperkenalkan fleksibilitas tambahan dengan mengizinkan mekanisme "banking and borrowing" selama 2030-2032. Komisi tersebut juga mengusulkan penurunan target pengurangan emisi karbon tahun 2030 untuk van dari 50 persen menjadi 40 persen, dengan alasan pengadopsian EV yang secara struktural lebih lambat di segmen tersebut.Komisi Eropa juga mengusulkan perubahan standar emisi karbon untuk kendaraan berat agar lebih mudah mencapai target tahun 2030. Komisi tersebut juga mengatakan mereka akan menetapkan target di tingkat negara anggota untuk armada perusahaan guna mempercepat pengadopsian kendaraan bebas emisi dan kendaraan rendah emisi karbon.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita: Jalur modernisasi China tawarkan inspirasi bagi pembangunanglobal
Indonesia
•
20 Oct 2022

ADB proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 persen pada 2026
Indonesia
•
10 Apr 2026

Aset lintas batas Hong Kong tembus Rp53 kuadriliun, lampaui Swiss
Indonesia
•
13 Jun 2026

Feature - Kisah inspiratif tiga Srikandi UMKM Indonesia, sukses ‘Naik Kelas’ bersama Kemendag
Indonesia
•
24 Aug 2025


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
