
Lebih dari 12 juta pohon ditanam untuk perangi penggurunan di Arab Saudi

Ilustrasi. (Rabah Al Shammary on Unsplash)
Proyek penanaman pohon Kerajaan bertujuan untuk mengembangkan dataran banjir dan kebun dengan menanam lebih dari 12 juta pohon dan semak belukar di 100 lokasi, dan merehabilitasi lebih dari 225.000 hektare lahan padang rumput di beberapa wilayah Arab Saudi hingga tahun 2030.
Jakarta (Indonesia Window) – Sebanyak lebih dari 12 juta pohon dan semak liar telah di tanah di Arab Saudi oleh Pusat Nasional untuk Pengembangan Vegetasi dan Memerangi Penggurunan.Pusat tersebut baru-baru ini mengatakan bahwa mereka menanam pohon sambil memulai Proyek Pengelolaan Terpadu dan Pembangunan Berkelanjutan Penggembalaan, yang merupakan bagian dari Inisiatif Strategi Penggembalaan Nasional — salah satu inisiatif Program Transformasi Nasional untuk mewujudkan Visi Arab Saudi 2030.Proyek penanaman pohon ini bertujuan untuk mengembangkan dataran banjir dan kebun dengan menanam lebih dari 12 juta pohon dan semak belukar di 100 lokasi. Proyek tersebut juga mencakup upaya merehabilitasi lebih dari 225.000 hektare lahan padang rumput di beberapa wilayah Arab Saudi hingga tahun 2030.Pusat ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan dan memantau jalur banjir dan kebun.Inisiatif tersebut akan mengumpulkan data dan menyusun studi lapangan yang berkontribusi dalam mempersiapkan peta penanaman berbagai jenis pohon dan semak asli, serta untuk penyebaran benih. Hal ini akan berkontribusi pada penguatan partisipasi masyarakat dan pengembangan wilayah sasaran dalam hal penciptaan lapangan kerja.Pusat tersebut akan bekerja sama dengan kelompok lingkungan, perusahaan sektor swasta dan Asosiasi Peternak Lebah untuk menargetkan sejumlah dataran banjir sebagai tempat berkembang biak lebah.Dataran banjir dan taman dibedakan karena peran penting mereka dalam melestarikan lingkungan, seperti menyimpan karbon dan mengurangi dampak perubahan iklim, perambahan pasir, dan badai debu.Salah satu ciri yang membedakan dataran banjir dan kebun adalah keanekaragaman hayati, yang mencakup beberapa jenis hewan dan burung yang berbeda, selain potensinya yang tinggi untuk program rehabilitasi dan pengembangan dalam berbagai cara seperti pertanian, pembibitan, dan penerapan sistem pemanenan air hujan.Pusat ini bekerja untuk melindungi dan mengendalikan tutupan vegetasi, serta merehabilitasi lahan yang terdegradasi, selain mendeteksi perambahan pada tutupan vegetasi.Pusat Nasional untuk Pengembangan Vegetasi dan Memerangi Penggurunan juga menangani perilaku yang salah dan berbahaya melalui beberapa metode, termasuk kampanye kesadaran, atau menuntut pelanggar aturan.Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan yang meningkatkan kualitas hidup dan mencapai tujuan Inisiatif Hijau Saudi, pusat tersebut mengawasi pengelolaan padang rumput, hutan dan taman nasional selain berinvestasi di dalamnya.Sumber: Saudi GazetteLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB serukan aksi dalam 5 bidang untuk transformasi pendidikan
Indonesia
•
20 Sep 2022

Lebih dari 40.000 orang jadi korban penembakan di AS pada 2025
Indonesia
•
03 Jan 2026

Taiwan larang miliki dan jual-beli kera Formosa mulai September tahun ini
Indonesia
•
13 Aug 2022

Generasi muda China sukses kembangkan layanan perawatan bagi warga lansia
Indonesia
•
22 Feb 2024


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
