
Legislator: Media massa harus bantu masyarakat cerdas bermedsos

Pertemuan antara Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) dengan Prof.Dr. H. Dailami Firdaus (kedua dari kanan) di Jakarta, Rabu (12/10/2022). (PJMI)
Media sosial (medsos) dapat diakses oleh siapa saja dan kapan saja, sehingga media massa harus menyajikan berita-berita yang akurat, tidak menyebar hoaks dan ikut mengedukasi masyarakat agar cerdas bermedsos.
Jakarta (Indonesia Window) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta Prof. Dr. H. Dailami Firdaus mengharapkan media massa memainkan perannya yang signifikan agar masyarakat cerdas di era digital.“Masyarakat harus cerdas dalam menghadapi pemilu 2024, misalnya, agar kesalahan serupa tidak terulang,” kata Dailami, cucu ulama besar Betawi KH Abdullah Syafi'i di Jakarta, Rabu (12/10).Menurut dia, pemilu (pemilihan umum) hendaknya dimanfaatkan untuk mencari pemimpin terbaik bangsa yang dapat memperkokoh persatuan serta kesatuan, dan bukan sebaliknya.“Di sinilah peran penting media massa. Terutama yang tergabung dalam PJMI untuk bisa mengedukasi masyarakat agar cerdas bermedsos (media sosial) menghadapi pemilu sehingga tidak gampang diadu domba. Tidak gampang terpancing oleh isu-isu provokatif,” tambahnya ketika menerima pengurus Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).Media, lanjut Dailami, juga bertanggungjawab atas upaya-upaya untuk memberantas berita-berita hoaks yang sifatnya menghasut, memecah belah dan mendiskreditkan pihak-pihak tertentu.“Sekarang semua orang punya HP (ponsel). Setiap saat bisa mengakses berita apa pun. Orang akan sangat gampang terpengaruh oleh berita-berita sensasional yang belum tahu kebenarannya. Oleh sebab itu, media harus menyajikan berita-berita yang akurat dan ikut mengedukasi masyarakat agar cerdas bermedsos. Tidak ikut-ikutan menyebar berita hoaks,” pinta Ketua Yayasan Perguruan Asy- Assyafi’iyah ini.Audiensi
Audiensi PJMI dengan Prof. Dailami dipimpin oleh ketuanya H Ismail Lutan, didampingi oleh sejumlah pengurus, antara lain Ketua Dewan Pembina Mohammad Anthoni, Ketua Bidang Humas Turyadi, Ketua Hubungan Antarlembaga Anugrah Widi, Inung Nurjanah, Iwan Pajajaran, Irwan, Setiawan, Asep Setiawan dan Nurdianah.Pada kesempatan itu Pengurus PJMI meminta kesediaan Prof. Dailami untuk memperkuat organisasi sebagai salah seorang Dewan Penasihat.Permintaan tersebut disambut baik, dan Prof. Dailami siap berkontribusi, baik pemikiran maupun dalam bentuk yang lainnya.“Asal untuk kebaikan dan mencerdaskan ummat, saya siap berkontribusi,” tutur Dailami yang menawarkan kampusnya untuk digunakan sebagai tempat menyelenggarakan pelatihan-pelatihan, lokakarya dan kegiatan edukasi lainnya.Ibarat ‘gayung bersambut’, Ketua Umum PJMI merasa sangat gembira atas tawaran tersebut.“PJMI senang sekali. Prof. Dailami adalah tokoh yang mempunyai visi jauh ke depan. Sangat toleran dan menghargai perbedaan. Beliau seorang pendidik, tokoh masyarakat Betawi yang disegani dan juga anggota DPD. Dengan ketokohan beliau itu akan memberi nilai positif kepada PJMI untuk berkiprah demi kemajuan umat,” tutur Ismail.Dia menambahkan, selain tugas sebagai paguyuban wartawan, PJMI juga bergerak di bidang edukasi, sosial dan ekonomi umat.Dalam waktu dekat, paguyuban wartawan tersebut akan mengadakan lokakarya atau pelatihan/pengenalan seluk-beluk aset kripto di lima wilayah Jakarta, bekerja sama dengan Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komodoti).Pengurus Baru PJMI (periode 2022 -2025) direncanakan melakukan pelantikan pada 10 November mendatang di Jakarta.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah terbitkan peraturan lindungi warisan geologi
Indonesia
•
17 Feb 2020

Indonesia kontribusi 1 juta dolar AS untuk koalisi global epidemik
Indonesia
•
25 Nov 2020

Jakarta topang pertumbuhan ekonomi nasional
Indonesia
•
25 Dec 2021

Indonesia rekomendasikan 7 agenda Bali untuk ketahanan berkelanjutan
Indonesia
•
30 May 2022


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
