
LSPR punya tanggung jawab strategis untuk ciptakan literasi digital

Diskusi mengenai literasi digital mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menangkal disinformasi berita hoaks bencana Covid-19 di era Big Data, yang digelar oleh Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR (London School of Public Relations), di Jakarta, pada 29-30 September 2022. (LSPR Jakarta)
Program literasi digital LSPR diharapkan dapat menciptakan ekosistem digital yang ramah dan beretika, di mana mahasiswa dapat menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan dalam menerima dan memproduksi informasi yang benar di ruang digital.
Jakarta (Indonesia Window) – Sebagai perguruan tinggi di bidang komunikasi, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR (London School of Public Relations), memiliki tanggung jawab strategis untuk menciptakan literasi digital kepada masyarakat, terutama di tengah maraknya berita hoaks terkait pandemik Covid-19.Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor I LSPR yang juga ketua tim riset, Dr. Janette Maria Pinariya, dalam diskusi mengenai literasi digital mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menangkal disinformasi berita hoaks bencana Covid-19 di era Big Data, pada 29-30 September 2022.Acara yang merupakan riset keilmuan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi tersebut didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah, akademisi, praktisi media, praktisi komunikasi, tenaga kesehatan, relawan, dan content creator tersebut menghasilkan buku saku, modul tentang literasi digital, film pendek, dan publikasi artikel yang akan diterbitkan dalam jurnal ilmiah bereputasi.Janette berharap riset kolaborasi tersebut dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa Indonesia agar dapat bekerja sama guna menangkal disinformasi berita hoaks tentang Covid-19.Manfaat dari program literasi digital LSPR tersebut juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem digital yang ramah dan beretika, di mana mahasiswa dapat menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan dalam menerima dan memproduksi informasi yang benar di ruang digital, katanya.Sementara itu, Rektor Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Dr. Andre Ikhsano, mengatakan bahwa upaya meningkatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam riset harus dilakukan melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa.“Hasil luaran dari program pembelajaran kolaborasi yang dilakukan oleh LSPR adalah terciptanya lingkungan masyarakat Indonesia yang melek akan informasi dan dapat menggunakan teknologi dengan bertanggungjawab di tengah berita hoaks bencana Covid-19,” tutur Andre Ikhsano.Disinformasi mengenai pandemik Covid-19 menghadirkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat, katanya, seraya menambahkan, peran penting mahasiswa sebagai agen perubahan di era digital diharapkan dapat menggerakkan literasi digital ke arah yang lebih baik.Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR sudah memiliki rekam jejak dalam membangun literasi digital, serta memberikan kontribusi aktif bersama mitra strategis dari kalangan perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri dan juga berbagai lapisan masyarakat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekolah di Selandia Baru tambah mata pelajaran berbasis industri, dari AI hingga pariwisata
Indonesia
•
06 Aug 2026

Kebun Binatang San Diego AS bagikan foto tampilan perdana dua panda raksasa dari China
Indonesia
•
11 Jul 2024

Taiwan cabut larangan masuk pekerja migran Thailand
Indonesia
•
30 Dec 2021

Feature – Aksi China dalam penanganan penyakit langka bangkitkan harapan di kalangan pasien
Indonesia
•
19 Jul 2024


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
