
Fokus Berita - Macan tutul Jawa yang diselamatkan tim Taman Safari Bogor dalam kondisi baik, masih diobservasi

Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang diselamatkan dari Desa Ciwarna di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang-Banten, di fasilitas penangkaran Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/4/2025). (Indonesia Window)
Macan tutul Jawa telah berstatus ‘terancam punah’ di Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature) sejak 2021.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) - Menjelang akhir Maret lalu, seekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) ‘memicu konflik’ dengan warga Desa Ciwarna di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang-Banten. Binatang buas yang juga sering disebut ‘matulja’ itu sempat memangsa ternak ayam dan domba milik warga kampung.“Setelah mendengar laporan tersebut, tanggal 27 Maret 2025, pukul 10 malam, tim rescue dari Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor segera di lokasi untuk mengevakuasi macan tutul Jawa itu dengan menggunakan kandang perangkap,” jelas Vice President Life Science TSI Group, Drh. (vet) Bongot Huaso Mulia, dalam acara Halal Bihalal Jurnalis Konservasi di fasilitas Penangkaran Macan Tutul Taman Safari Indonesia, di Bogor, Rabu (16/4).Keesokan harinya, pada 28 Maret, hewan yang telah berstatus ‘terancam punah’ di Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature) sejak 2021 itu, dibawa ke Pusat Penangkaran Macan Tutul Jawa TSI Bogor.“Di pusat penangkaran kami melakukan pemeriksaan fisik. Hasil pemeriksaan gigi dan bagian tubuh lainnya menunjukkan bahwa macan tutul Jawa ini telah berumur tiga tahun, memiliki rambut yang mengilap, suhu tubuhnya normal 37,3 derajat, dengan berat badan mencapai 20 kilogram,” urai Drh. Bongot, seraya menambahkan kondisi mata, telinga, saluran pencernaan dan saluran pernapasan si macan juga dalam kondisi normal, serta tidak ada kelainan maupun fraktur atau patah tulang.
Vice President Life Science TSI Group, Drh. (vet) Bongot Huaso Mulia, dalam acara Halal Bihalal Jurnalis Konservasi di fasilitas Penangkaran Macan Tutul Taman Safari Indonesia, di Bogor, Rabu (16/4/2025). (Indonesia Window)
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat, Agus Arianto, dalam acara Halal Bihalal Jurnalis Konservasi di fasilitas Penangkaran Macan Tutul Taman Safari Indonesia, di Bogor, Rabu (16/4/2025). (Indonesia Window)
Ketua Forum Konservasi Macan Tutul Jawa (FORMATA), Dede Aulia Rahman, dalam acara Halal Bihalal Jurnalis Konservasi di fasilitas Penangkaran Macan Tutul Taman Safari Indonesia, di Bogor, Rabu (16/4/2025). (Indonesia Window)
Komisaris TSI Bogor, Tony Sumampau, dalam acara Halal Bihalal Jurnalis Konservasi di fasilitas Penangkaran Macan Tutul Taman Safari Indonesia, di Bogor, Rabu (16/4/2025). (Indonesia Window)
Sammy, si macan tutul Jawa jantan di fasilitas penangkaran Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/4/2025). (Indonesia Window)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

UNHCR: 270.000 pengungsi Suriah kembali sejak penggulingan Assad, jumlahnya diperkirakan bertambah
Indonesia
•
15 Feb 2025

Kasus penembakan fatal oleh polisi meningkat di AS, banyak yang tak dilaporkan
Indonesia
•
07 Dec 2022

Main medsos 2 jam sehari bisa tingkatkan risiko depresi pada remaja, studi 10 tahun ungkap faktanya
Indonesia
•
13 Jun 2026

Karst Maros Pangkep simpan 75 persen gambar cadas Indonesia
Indonesia
•
14 Jul 2025


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
