
Mahasiswa internasional kembali ke China dengan semangat dan harapan (Bagian 1 dari 2)

Mahasiswa asal Indonesia Joshua Timothy Solomon (pertama dari kanan, belakang) berfoto bersama dengan mahasiswa asal Indonesia lainnya di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 15 Januari 2023. (Xinhua)
Mahasiswa internasional di China
"Setelah saya diberi tahu bahwa saya dapat kembali, kampus memberikan bantuan yang cermat, sementara prosedur masuknya mudah, sehingga seluruh perjalanan sangat lancar," ungkap Alansi. Dia yakin bahwa penyesuaian kebijakan masuk dan keluar China dapat sangat mendorong dimulainya kembali pertukaran personel global, seraya menambahkan bahwa dirinya menjadi salah satu penerima manfaat tersebut.Meskipun Tran Mai Huong akan segera lulus dari Sekolah Bisnis Internasional Universitas Zhejiang di Provinsi Zhejiang, China timur, pada Juni mendatang, mahasiswa asal Vietnam tersebut belum pernah ke China. Dia berencana mengunjungi China untuk mempersiapkan kelulusannya, dan juga untuk belajar sebanyak mungkin tentang adat istiadat dan budaya China.Untuk menyambut banyaknya mahasiswa internasional yang datang kembali, banyak universitas telah mulai menyediakan berbagai layanan yang relevan.Universitas Peking menawarkan layanan agen visa selama liburan musim dingin, di antaranya penerimaan aplikasi prosedur visa, pengambilan paspor dengan visa yang sudah diterbitkan, konsultasi, dan menjawab pertanyaan. Selain itu, universitas tersebut telah mengumumkan prospektus pendaftaran untuk Sekolah Musim Panas Bahasa Mandarin tahun ini, yang menawarkan berbagai kuliah secara luring.Vitalitas yang meningkat
Terlepas dari dampak epidemi, ekonomi China masih menunjukkan ketahanan yang signifikan. Pada 2022, Produk Domestik Bruto (PDB) China untuk pertama kalinya menembus angka 120 triliun yuan, meningkat lebih dari 20 triliun yuan dibandingkan dengan tiga tahun lalu. Kembali ke China, para mahasiswa internasional telah mempelajari secara langsung perubahan yang terjadi di China.Mahasiswa asal Indonesia Joshua Timothy Solomon datang ke China untuk menempuh studi di Universitas Sun Yat-sen pada 2017. Dia pulang ke Indonesia sebelum merebaknya epidemi pada awal 2020. Selama tiga tahun terakhir, Joshua harus mengikuti kelas daring.Dia sangat ingin kembali ke kampus untuk mengikuti kuliah medis secara luring. "Kedokteran klinis merupakan jurusan yang sangat praktis. Selain pengetahuan teoretis, praktik juga sangat penting," tutur Joshua, seraya menambahkan bahwa semester baru juga menjadi kesempatan bagus untuk bertemu teman-teman baru.Pada saat yang sama, dirinya juga menantikan berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh universitas dan komunikasi tatap muka dengan rekan mahasiswa dan dosen, yang tidak dapat dibandingkan dengan kuliah daring.Setelah lama berpisah, Joshua menyebut kampusnya menjadi lebih indah saat tiba di Universitas Sun Yat-sen yang terletak di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China selatan."Ketika saya pergi pada awal 2020, semua tempat sedang direnovasi dan itu seperti lokasi konstruksi besar. Sebagian besar pekerjaan renovasi sekarang sudah selesai, dan terlihat sangat bersih dan rapi," katanya.*1 yuan = 2.193 rupiahBerlanjut ke bagian 2Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim medis China sumbang pasokan ke rumah sakit di Zambia
Indonesia
•
11 Jul 2023

Survei ungkap hampir 82 persen warga China miliki kebiasaan membaca
Indonesia
•
25 Apr 2024

Menteri kesehatan Tunisia puji layanan tim medis China
Indonesia
•
06 Dec 2022

Prancis catat neraca populasi alami negatif pertama sejak Perang Dunia II
Indonesia
•
14 Jan 2026


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
