
Prancis catat neraca populasi alami negatif pertama sejak Perang Dunia II

Orang-orang menikmati kegiatan rekreasi musim panas di tepi Sungai Seine di Paris, Prancis, pada 5 Juli 2025. (Xinhua/Gao Jing)
Prancis mencatat neraca populasi alami negatif pada 2025 untuk pertama kalinya sejak akhir Perang Dunia II, dengan angka kematian melebihi jumlah kelahiran.
Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Prancis mencatat neraca populasi alami negatif pada 2025 untuk pertama kalinya sejak akhir Perang Dunia II, dengan angka kematian melebihi jumlah kelahiran, demikian disampaikan Institut Statistik dan Studi Ekonomi Nasional (INSEE) Prancis pada Selasa (13/1).
Menurut INSEE, populasi Prancis pada 2025 diperkirakan mencapai 69,1 juta jiwa per 1 Januari 2026, meningkat 0,25 persen dari tahun sebelumnya.
Pada 2025, sekitar 645.000 bayi lahir di Prancis, turun 2,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), menandai tahun keempat berturut-turut Prancis mencatat total kelahiran tahunan terendah sejak Perang Dunia II, kata INSEE.
Sementara itu, angka kematian meningkat menjadi 651.000 pada 2025, naik 1,5 persen dibanding 2024. INSEE mengaitkan kenaikan tersebut terutama dengan epidemi influenza musim dingin parah yang terbukti sangat mematikan pada awal tahun tersebut.
Akibatnya, neraca populasi alami Prancis memasuki zona negatif pada 2025, dengan defisit 6.000 jiwa, ungkap lembaga statistik tersebut.
Menurut INSEE, angka harapan hidup saat kelahiran pada 2025 mencapai 85,9 tahun bagi perempuan dan 80,3 tahun bagi laki-laki.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Aplikasi jejaring sosial Looky harapkan 10 persen pengguna Instagram Rusia pada 2024
Indonesia
•
09 Dec 2022

Sedikitnya 3 orang tewas dalam penembakan di kampus universitas Las Vegas
Indonesia
•
08 Dec 2023

China perpanjang masa tinggal transit bebas visa hingga 240 jam dan perbanyak titik masuk
Indonesia
•
17 Dec 2024

Dokter China tangani 290 juta pasien dalam bentuk bantuan asing selama enam dekade
Indonesia
•
09 Apr 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
