
Pesawat C919 buatan China kantongi pesanan tunggal terbesar

Foto yang diabadikan pada 28 Mei 2023 ini menunjukkan sebuah pesawat C919, pesawat penumpang besar yang dikembangkan secara mandiri oleh China, sedang bersiap untuk penerbangan komersial pertamanya di Shanghai, China timur. (Xinhua/Ding Ting)
Maskapai China Eastern Airlines telah menandatangani kontrak pembelian dengan Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC) untuk tambahan 100 unit pesawat C919, menjadikannya pesanan tunggal terbesar untuk pesawat penumpang besar yang dikembangkan China tersebut.
Shanghai, China (Xinhua) – Maskapai China Eastern Airlines pada Kamis (28/9) menandatangani kontrak pembelian dengan Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC) untuk tambahan 100 unit pesawat C919, menjadikannya pesanan tunggal terbesar untuk pesawat penumpang besar yang dikembangkan China tersebut.Menurut rencana itu, pesawat C919 baru yang dibeli oleh perusahaan penerbangan itu akan dikirimkan secara bertahap mulai 2024 hingga 2031.Zhang Yuan, manajer umum departemen perencanaan di China Eastern Airlines, mengatakan bahwa kesepakatan pembelian baru tersebut dilakukan pada saat pasar penerbangan sipil memiliki potensi yang signifikan, maskapai penerbangan itu juga sedang membutuhkan pembaruan armada, dan C919 telah menunjukkan kinerja komersial awal yang sangat menjanjikan.Maskapai China Eastern Airlines memesan lima unit pesawat C919 pada 2021. Perusahaan tersebut telah menerima pengiriman dua pesawat jet dan mengoperasikannya pada rute udara antara kota Shanghai dan Chengdu.Hingga 26 September, kedua pesawat tersebut telah mengakumulasikan 1.140 lebih jam terbang, termasuk lebih dari 867 jam dalam pengoperasian komersial. Kedua pesawat itu juga telah menyelesaikan 296 perjalanan penerbangan komersial, mengangkut lebih dari 35.000 penumpang.Maskapai China Eastern Airlines diperkirakan dapat menerima pengiriman pesawat C919 ketiganya pada Oktober tahun ini. Perusahaan tersebut berencana untuk membuka beberapa rute udara baru pada Juni 2024, sehingga akan lebih banyak penumpang yang dapat merasakan pengalaman terbang menggunakan pesawat C919.Sejak proyek C919 diluncurkan pada 2007, proyek tersebut telah melewati sebuah perjalanan yang panjang mulai dari desain, manufaktur, uji terbang, dan pada akhirnya komersialisasi.Dikembangkan oleh COMAC, pesawat C919 pertama meluncur dari lini produksi di Shanghai pada November 2015. Pesawat itu kemudian melakukan penerbangan perdana yang sukses pada 2017.Pesawat C919 meluncurkan penerbangan komersial pertamanya pada Mei tahun ini, menandai masuknya pesawat itu secara resmi ke pasar penerbangan sipil.China memiliki pasar penerbangan sipil sangat besar dengan potensi yang besar. Menurut proyeksi pasar yang dirilis oleh COMAC pada akhir 2022, selama periode 2022-2041, pasar penerbangan sipil China akan menerima 9.284 unit pesawat baru, termasuk 6.288 unit pesawat jet lorong tunggal (single-aisle jetliner).Pada 2041 mendatang, China diperkirakan akan menjadi negara dengan pasar penerbangan sipil terbesar di dunia, demikian menurut proyeksi tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Perajin perak Kotagede bertahan di tengah lesunya ekspor dan kenaikan harga bahan baku
Indonesia
•
28 Apr 2026

Belanja litbang China capai 3 triliun yuan pada 2022
Indonesia
•
24 Jan 2023

Turkiye petik keuntungan dari ledakan konsumsi selama Festival Musim Semi
Indonesia
•
31 Jan 2023

Indonesia berpotensi besar kembangkan ekosistem kendaraan listrik
Indonesia
•
02 Dec 2022


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
