Fokus Berita – Universitas di China tawarkan mata kuliah percintaan, ajarkan mahasiswa cara rasakan kebahagiaan

Para mahasiswa di sebuah universitas di China mengikuti acara 'Love Lecture' dan berpartisipasi dalam kencan buta pada 11 November 2023, yang disebut sebagai 'Hari Lajang' di China. (Xinhua/Song Rui)
Mata kuliah percintaan terutama bertujuan untuk membantu mahasiswa membangun perspektif yang sehat tentang hubungan, dan meningkatkan kemampuan mereka untuk mengatasi konflik dalam hubungan.
Tianjin, China (Xinhua) – Ketika Wang Xiaoling, seorang dosen dari pusat pendidikan kesehatan mental Universitas Tianjin, mengakhiri sesi terakhirnya untuk mata kuliah percintaan pada semester ini, dia secara tidak mengejutkan, meski tetap menginspirasi, mendapatkan banyak umpan balik positif dari para mahasiswa yang mengikuti kelas tersebut."Saya merasa beruntung memilih mata kuliah ini, untuk mengenal diri sendiri dan mengubah diri saya menjadi lebih baik," tulis seorang mahasiswa di grup WeChat, wadah bagi para mahasiswa untuk bertukar pikiran setelah belajar."Mata kuliah psikologi percintaan ini lebih menyerupai proses pertumbuhan alih-alih sekadar menghadiri kelas. Dari menghindari cinta hingga menghadapi cinta, dan kemudian menginginkan cinta, perlahan-lahan saya tumbuh dalam setiap sesi," kata mahasiswa lainnya.Sejak 2019, Wang telah membuka mata kuliah percintaan yang tak lama kemudian menjadi sensasi instan di kampus. Ketika Wang membuka kelas daring akibat pandemik COVID-19, sekitar 500 orang berbondong-bondong mengikuti kelas livestreaming itu, jauh melebihi 150 mahasiswa yang sudah mendaftarkan diri sejak awal."Kami harus 'bersaing' untuk mendapatkan kesempatan mengikuti kelas ini setiap semester. Saya ingin sekali mengikuti kelas ini sejak tahun kedua, namun baru mendapat kesempatan setelah menjadi mahasiswa senior," ujar seorang mahasiswa bernama Liu Yuan (bukan nama sebenarnya).Wang, seorang praktisi psikologi dengan pengalaman selama lebih dari satu dekade di bidang pendidikan kesehatan mental, mengamati dalam praktik konselingnya bahwa mahasiswa kerap mengalami kesulitan dalam membangun hubungan dan bergulat dengan tekanan emosional."Banyak mahasiswa di era 'pasca-2000-an' kerap menghadapi tantangan dalam membina hubungan interpersonal, romantis, orang tua-anak, dan mentoring, dan mereka sering kali tidak memiliki keterampilan untuk secara efektif mengelola masalah emosional yang kompleks dan mempertahankan hubungan yang sehat," ujar Wang.Oleh karena itu, Wang mulai berpikir untuk menawarkan kuliah cinta guna membantu para mahasiswa muda meningkatkan kemampuan mereka dalam mencintai dan dicintai.Pada awalnya, Wang sering mendapat pertanyaan seperti, "Apakah kelas ini akan membantu saya menemukan pasangan? Apakah saya akan menguasai teknik untuk mempertahankan hubungan?"Wang akan menjelaskan bahwa kelas ini tidak berfokus untuk membantu mahasiswa menemukan pasangan atau mengajarkan mereka keterampilan dalam menjalin hubungan, tetapi untuk meningkatkan kemampuan perseptual mereka untuk mencintai.Kelas ini terutama bertujuan untuk membantu mahasiswa membangun perspektif yang sehat tentang hubungan, dan meningkatkan kemampuan mereka untuk mengatasi konflik dalam hubungan. "Mereka harus belajar untuk mencintai diri mereka sendiri terlebih dahulu, baru kemudian mereka dapat mencintai orang lain, keluarga, dan negara mereka," tambah Wang.Tim pengajar termasuk Wang akan mengintegrasikan psikologi, seni, filsafat, dan hukum ke dalam rancangan pembelajaran dan membimbing mahasiswa melalui pemahaman cinta, hubungan keterikatan, manajemen konflik, dan pemeliharaan hubungan.
Para mahasiswa di sebuah universitas di China mengikuti acara 'Love Lecture' dan berpartisipasi dalam kencan buta pada 11 November 2023, yang disebut sebagai 'Hari Lajang' di China. (Xinhua/Song Rui)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Trump teken perintah eksekutif untuk mulai bubarkan Departemen Pendidikan AS
Indonesia
•
21 Mar 2025

Feature – Ubah kendaraan militer jadi sumber listrik, pemuda Gaza nyalakan harapan di tengah kehancuran perang
Indonesia
•
04 Dec 2025

Buntut tabrakan kereta api, menteri transportasi Yunani ajukan pengunduran diri
Indonesia
•
02 Mar 2023

Koresponden Al Jazeera tewas dalam serangan di Gaza, Israel klaim korban terafiliasi Hamas
Indonesia
•
11 Aug 2025
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026
