
Studi sebut 70 persen serangan beruang di Jepang terjadi di area-area yang dihuni manusia

Ilustrasi. Suasana di sebuah ruas jalan di Jepang. (Jezael Melgoza on Unsplash)
Serangan beruang terhadap manusia di Jepang terjadi di area-area tempat masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah survei menemukan bahwa sekitar 70 persen serangan beruang terhadap manusia di Jepang terjadi di area-area tempat masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari, demikian dilansir media lokal.Hingga Kamis (23/10) siang waktu setempat, 64 orang di 12 prefektur di seluruh Jepang terluka akibat serangan beruang sejak awal Oktober, dengan empat di antaranya tewas, menurut laporan lembaga penyiaran publik NHK.NHK dan pakar dari Institut Penelitian Kehutanan dan Hasil Hutan, Naoki Onishi, melakukan studi di tempat-tempat terjadinya serangan beruang dan menemukan bahwa 44 korban, atau 68 persen dari jumlah keseluruhan, diserang di area-area yang dihuni manusia, termasuk area tempat tinggal dan lahan pertanian.Studi tersebut juga menemukan bahwa dalam 33 kasus, terdapat makanan atau produk pertanian yang dapat menarik beruang di dekat lokasi terjadinya serangan.Onishi mengimbau masyarakat di lokasi-lokasi di mana beruang kerap terlihat untuk tetap waspada sepanjang bulan Desember. Onishi pun menambahkan bahwa mereka harus menahan diri untuk tidak berjalan kaki pada pagi hari dan menggunakan kendaraan pada malam hari bahkan ketika mereka pergi ke toko swalayan terdekat.Menyoroti peningkatan jumlah penampakan beruang yang dilaporkan, terutama di wilayah Tohoku, lokasi di mana depopulasi dan penuaan populasi terjadi semakin cepat, Onishi memperingatkan bahwa terdapat banyak lahan pertanian terbengkalai dan rumah-rumah kosong yang dapat dijadikan sebagai tempat tinggal oleh beruang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kenya serukan perlindungan gajah di tengah lonjakan populasi
Indonesia
•
15 Aug 2023

Populasi Jepang diperkirakan menyusut jadi 87 juta jiwa pada 2070
Indonesia
•
28 Apr 2023

UNICEF: Lebih dari 650.000 anak di Somalia berpotensi mengungsi karena El Nino
Indonesia
•
10 Oct 2023

2022 jadi tahun terpanas di Italia sejak 1800
Indonesia
•
28 Dec 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
