
Pengurus Besar Mathla'ul Anwar bersilaturahim dengan Ketua MPR

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) KH Embay Mulya Syarief (empat, kanan) beraudiensi dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani (empat, kiri) di Komplek MPR-DPR Jakarta pada 21 Januari 2025 (Foto: Humas PBMA)
Mathla’ul Anwar turut berkontribusi dalam membangun semangat nasionalisme melalui pendidikan dan dakwah, dan banyak tokoh Mathla’ul Anwar terlibat langsung dalam perjuangan melawan penjajah.
Jakarta (Indonesia Window) – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) baru-baru ini melakukan audiensi dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Ahmad Muzani di Komplek MPR-DPR Jakarta. Demikian keterangan pers PBMA, Kamis.Disebutkan, kunjungan silaturahim tersebut berlangsung pada 21 Januari 2025. Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PBMA KH Embay Mulya Syarief didampingi oleh Sekretaris Jenderal HM Babay Sujawandi dan beberapa Ketua PBMA.Ketua Umum PBMA pada kesempatan tersebut menjelaskan secara umum kiprah Mathla’ul Anwar yang kini berusia 109 tahun. Ormas Islam tersebut didirikan pada 10 Juli 1916 di Menes, Pandeglang, Banten.Ormas Islam itu didirikan oleh KH Mas Abdurrahman, KH Tubagus Muhammad Sholeh, KH Entol Muhammad Yasin, dan beberapa ulama lainnya dengan berfokus pada kegiatan pendidikan, dakwah, dan sosial.“Di era perjuangan kemerdekaan, Mathla’ul Anwar turut berkontribusi dalam membangun semangat nasionalisme melalui pendidikan dan dakwah, dan banyak tokoh Mathla’ul Anwar terlibat langsung dalam perjuangan melawan penjajah,” kata Kyai Embay.Dia menambahkan, dalam kepemimpinannya ormas tersebut terus mengembangkan diri untuk menjawab tantangan zaman sesuai dengan nilai-nilai perjuangan organisasi serta senantiasa bekerja sama bahu membahu dengan pemerintah.“Dalam Sembilan Prinsip Organsisasi yang telah dirumuskan oleh para pendahulu kami, pada poin ke delapan dinyatakan bahwa kami harus bersama membangun masyarakat dengan pemerintah. Mandat ini harus kami jalankan dengan mencari titik mana yang bisa kami lakukan bersama pemerintah," tuturnya.Pada kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal PBMA, HM Babay Sujawandi menambahkan, di samping pendidikan yang menjadi perhatian utama perjuangan Mathla’ul Anwar, saat ini ormas tersebut bergerak secara kongkret di bidang ketahanan pangan.Mathla’ul Anwar telah membuat dan mengujicobakan pupuk limbah batu bara fly ash dan bottom ash (FABA) yang merupakan hasil pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).“Ini sudah dua kali kami ujicobakan pada tanaman hortikultura dan padi, dan alhamdulillah ada kenaikan hasil panen, terutama padi, sekitar 10-15 persen dalam satu hektare,” kata Babay.Menanggapi masukan dari PBMA, Ketua MPR-RI Ahmad Muzani menyambut baik dan mengapresiasi kiprah ormas Mathla’ul Anwar, termasuk dalam membantu pemerintah terkait ketahanan pangan.“Saya berharap Mathla’ul Anwar mengambil peran lebih besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang tengah diupayakan oleh pemerintah agar Indonesia mandiri pangan serta tidak lagi ada ketergantungan terhadap impor bahan pokok,” kata Ketua MPR yang juga Sekjen Partai Gerindra itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Seniman Taiwan ubah sampah laut jadi karya seni
Indonesia
•
19 Jan 2022

Riset: 1 dari 5 orang Indonesia berisiko alami masalah kesehatan mental
Indonesia
•
30 Oct 2021

COVID-19 – Kekebalan kawanan Jepang hampir 90 persen setelah gelombang omicron
Indonesia
•
28 Sep 2022

Iran tetapkan Jumat terakhir Ramadhan 1444 Hijriah Hari Internasional Al-Quds
Indonesia
•
14 Apr 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
